Investasi P2P Lending Bakal Tumbuh Dua Kali Lipat Sampai 2019

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan nilai investasi di industri peer-to-peer (P2P) lending akan tumbuh dua kali lipat atau lebih dari Rp10 triliun hingga 2019.
Nindya Aldila | 29 Agustus 2018 17:54 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan nilai investasi di industri peer-to-peer (P2P) lending akan tumbuh dua kali lipat atau lebih dari Rp10 triliun hingga 2019.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan sampai Juni 2018 nilai investasi industri P2P lending telah mencapai Rp5,69 triliun dalam 5 tahun terakhir. Angka ini merupakan gabungan dari pendanaan oleh investor seperti modal ventura dan pendanaan dari lender. Investasi ini berasal dari penanaman modal asing dan penanaman dalam negeri.

“Industri ini belum mature karena masih growing. Jadi saya yakin investasi fintech bisa double sampai akhir 2019,” katanya, Rabu (29/8/2018).

Menurut Bhima, pangsa pasar fintech masih sangat besar dan penetrasi internet sudah mencapai 50% jumlah penduduk Indonesia. “Selain itu, bunga fintech cukup menarik. Dalam satu tahun imbal hasilnya di atas bunga obligasi atau deposito. Ini akan meningkatkan minat lender,” katanya.

Di samping itu, kenaikan juga akan ditopang dengan kemitraan dengan industri jasa keuangan lainnya seperti bank dan non bank. Dengan demikian, nilai pembiayaan yang disalurkan P2P lending akan semakin tinggi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan pada Juni 2018, terdapat 123.633 entitas lender yang terdaftar di P2P lending dalam negeri. Jumlah tersebut tumbuh 22,48% secara year to date (ytd) dibanding 2017. Lebih rinci, lender domestik masih mendominasi 98,7%. Sementara lender asing berjumlah 1.607.

Tag : fintech
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top