Ahli Pialang Asuransi Ditargetkan 900 Orang Tahun Ini

Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia menargetkan jumlah tenaga ahli mampu mencapai 900 orang hingga akhir 2019, setelah mampu melampaui target pada tahun lalu.
Oktaviano DB Hana | 08 Januari 2019 13:40 WIB
Chairman Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apari,)Bambang Suseno. (kanan)

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia menargetkan jumlah tenaga ahli mampu mencapai 900 orang hingga akhir 2019, setelah mampu melampaui target pada tahun lalu.

Chairman Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apari,) Bambang Suseno mengatakan target tersebut ditetapkan agar mampu merealisasikan 1.000 jumlah tenaga ahli pada 2020. “Target 2019, 900 tenaga ahli, dan 2020 itu 1.000 tenaga ahli,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (8/1/2018).

Bambang mengatakan pada 2018 pihaknya mampu melampaui target jumlah tenaga ahli, yang dipatok sebesar 800 orang. Hingga akhir tahun, jelasnya, Apari memiliki 843 tenaga ahli pialang asuransi dan reasuransi.

Apabila diperinci, sebanyak 295 orang menyandang status Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APAI). Selebihnya atau 548 orang lainnya memiliki gelar Certified Indonesian Insurance and Reinsurance Brokers (CIIB).

Sebagai informasi, Apari memiliki tiga tingkat pendidikan dan gelar tenaga ahli pialang asuransi, yakni Ajun Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (AAPAI), APAI dan CIIB. Pemilik gelar AAPAI sendiri belum dianggap menjadi anggota resmi Apari dan belum berstatus tenaga ahli. “[Jumlah] AAPAI ada 888 orang. [Mereka] belum menjadi anggota Apari,” ujarnya.

Bambang menjelaskan pihaknya bakal mendorong peningkatan jumlah tenaga ahli itu dengan tetap menyelenggarakan program pendidikan berkesinambungan. Selain itu, pihaknya juga tetap menyelenggarakan program penyetaraan gelar.

Sejak Oktober 2017, Apari telah menggandeng lembaga internasional, The Australian and New Zealand Institute of Insurance and Finance (ANZIIF), untuk penyetaraan gelar. Dengan kemitraan itu, gelar ahli yang diterbitkan Apari diakui oleh ANZIIF, dan begitu juga sebaliknya.

Bambang menambahkan pada November 2018, Apari juga telah menandatangani kerja sama dengan lembaga pendidikan keahlian pialang internasional lainnya, yakni Chartered Insurance Institute (CII). Menurutnya, kemitraan itu diwujudkan dalam beberapa bentuk, termasuk penyetaraan gelar.

“Namun untuk yang ini masih ada hal yang akan difinalisasi pada Februari 2019 saat CII datang ke Jakarta,” ungkapnya.

Bambang menambahkan peningkatan jumlah tenaga ahli juga bakal didorong oleh tuntutan industry dan regulasi. Pasalnya, dia mengatakan regulasi mensyaratkan direksi dan tenaga ahli di perusahaan pialang asuransi dan reasuransi wajib menjadi anggota Apari.

Ketentuan itu termuat dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 68/POJK.05/2016 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang Reasuransi, dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi.

Terkait kewajiban itu, Apari pun berencana menggelar pendidikan program khusus bagi direksi dan komisaris pada 2019. “Kami jadwalkan pada Februari 2019, karena masih ada peminat. Namun, itu tergantung dari jumlah peserta yang mendaftar,” jelasnya.

Tag : pialang asuransi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top