5 Berita Populer Finansial, Bank Harda Didekati Investor dan Bank Panin Catat Laba Rp3,19 triliun

Kabar PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin) mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp3,19 triliun pada 2018 jadi berita terpopuler kanal Finansial siang ini, Rabu (20/2/2019)
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  12:32 WIB
5 Berita Populer Finansial, Bank Harda Didekati Investor dan Bank Panin Catat Laba Rp3,19 triliun
Bank Panin

1. Laba Bank Panin 2018 Rp3,19 Triliun

PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin) mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp3,19 triliun pada 2018. Realisasi itu tumbuh 59% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Herwidayatmo, Presiden Direktur Bank Panin, menyebutkan bahwa kenaikan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih, baca selengkapnya di sini

2. Bank Harda Akui Sudah Didekati Beberapa Calon Investor Strategis

PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) membuka peluang bagi investor strategis untuk mempercepat penambahan modal perseroan.

Operation Direktor Bank Harda Internasional Yohanes Simon mengungkapkan, selain penambahan modal secara organik, baca selengkapnya di sini

3. BNI Salurkan Kredit Infrastruktur Rp110,6 Triliun pada 2018

Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan kredit untuk proyek infrastruktur pemerintah sepanjang 2018 mencapai Rp110,6 triliun.

Direktur Manajemen Risiko BNI, Bob Tyasika Ananta mengatakan sepanjang tahun lalu total kredit infrastruktur BNI mencapai 23% dari total kredit perseroan. Baca selengkapnya di sini

4. Bank Mandiri Sebutkan Tiga Faktor Penting dalam Penyaluran Kredit Infrastruktur

Bank Mandiri (BMRI) menilai terdapat tiga tantangan utama perbankan dalam menyalurkan kredit infrastruktur. Ketiga tantangan itu adalah Batas Maksimum Pemberian Kredit, likuiditas perbankan, dan alternatif pembiayaan.

SVP Large Corporate 2 Group Bank Mandiri, Yusak Silalahi mengatakan tantangan utama penyaluran kredit infrastruktur adalah Batas Maksimum Pemberian Kredit, baca selengkapnya di sini

5. OJK Dorong Konsolidasi BPR Kurang Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong agar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk melakukan konsolidasi demi mematuhi aturan permodalan minimum sejumlah Rp6 miliar pada akhir tahun ini.

Seperti diketahui, Peraturan OJK No. 5/POJK.03/2015 mewajibkan BPR untuk memenuhi ketentuan modal inti minimal Rp6 miliar, baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
berita populer

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top