BRI Incar 2 Perusahaan Asuransi Umum

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mengincar dua perusahaan asuransi umum, salah satunya adalah perusahaan asuransi swasta yang tidak memiliki afiliasi dengan grup BRI.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  17:47 WIB
BRI Incar 2 Perusahaan Asuransi Umum
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto (kanan) didampingi direksi lainnya, usai RUPSLB, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mengincar dua perusahaan asuransi umum, salah satunya adalah perusahaan asuransi swasta yang tidak memiliki afiliasi dengan grup BRI.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan bahwa perseroan berencana mengakuisisi dua perusahaan asuransi umum. Target pertama adalah BRINS General Insurance yang dimiliki oleh Dana Pensiun BRI dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai BRI.

“Ada satu calon general insurance lain karena saya ingin yang lebih efisien,” katanya kepada Bisnis, Selasa (19/2/2019).

Menurut Suprajarto, BRI mengincar satu perusahaan asuransi lain di luar BRINS yang terafiliasi dengan grup BRI. Hal itu dilakukan untuk memperluas jangkauan bisnis di luar captive market.

“BRINS kan lebih captive market sekarang, saya ingin yang non-captive market di BRI lebih besar,” ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu calon perusahaan yang tengah dipertimbangkan merupakan perusahaan asuransi swasta, bukan sesama perusahaan BUMN. Perseroan, lanjutnya, masih menimbang valuasi perusahaan tersebut.

Menurut Suprajarto, alokasi dana yang akan digelontorkan untuk melancarkan akuisisi tersebut akan mengandalkan ekses permodalan perseroan. Penggunaan modal dilakukan untuk meningkatkan efisiensi permodalan yang akan meningkatkan rasio return on equity (RoE) perseroan.

Merujuk pada kinerja 2018, total modal inti perseroan mencapai Rp172,35 triliun dengan CAR modal inti atau tier 1 mencapai 20,18%. Adapun, total CAR keseluruhan BRI per akhir tahun lalu tercatat pada level 21,35%.

Sementara itu, rasio RoE perseroan pada akhir tahun lalu mencapai 20,49%, lebih tinggi daripada rasio pada akhir 2017 sebesar 20,03%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri, akuisisi

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top