Kerja Sama BCA dengan Wechat dan Alipay Segera Meluncur

BCA menyatakan bahwa saat ini kerja sama dengan Wechat dan Alipay sedang memasuki proses uji tuntas. Jika proses ini tuntas, maka seluruh tenant yang dimiliki BCA akan terhubung dengan sistem pembayaran Wechat dan Alipay.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  14:30 WIB
Kerja Sama BCA dengan Wechat dan Alipay Segera Meluncur
Pengunjung memadati arena pameran BCA EXPOVERSARY 2019 di ICE, Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (22/2/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. menyatakan bahwa saat ini kerja sama dengan dua pemain tekfin asing yakni Wechat dan Alipay sedang memasuki proses due diligence atau uji tuntas. Nantinya, jika proses kerja sama ini selesai maka seluruh tenan yang dimiliki BCA akan terhubung dengan sistem pembayaran Wechat dan Alipay.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan dalam penyelesaian kerja sama ini dibutuhkan sistem acquiring business yang akan menghubungkan tenant dan bank. Artinya, ketika turis China bertransaksi di Indonesia nantinya dipastikan dana yang diberikan akan masuk terlebih dahulu ke BCA sebelum ke tenant.

"Kami menawarkan basis yang kuat dengan 18 juta nasabah yang kami miliki dan lebih dari 400.000 outlet di Indonesia. Jadi akan ada merger fee dengan mereka dan tentu menjadi sebuah win-win solution," katanya, akhir pekan lalu.

Saat ini, Jahja mengemukakan masih ada penyelesaian prosedur, agreement bilateral, dan aspek legal antara perseroan dengan Wechat dan Alipay. Menurutnya ketiga proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup sehingga belum dapat dipastikan penyelesaiannya.

Jahja menyebut nantinya transaksi Wechat dan Alipay akan menggunakan sistem kode QR yang sudah dimiliki BCA. Apalagi, dengan sudah adanya layanan keyboard BCA, perseroan menjamin kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.

Sementara itu, di dalam negeri, bank bersandi saham BBCA ini juga sudah melakukan kerjasama dengan berbagai tekfin di antaranya Gopay dan Ovo. 

"Kalau dengan Gopay, kita bagi fee masing-masing Rp500. Tren ini tentu akan baik ke depan yakni berbagi untung dan mengurangi kebutuhan uang tunai karena uang tunai itu juga beban," ujarnya.

Adapun, kerja sama dengan tekfin asing santer menjadi tren sejak akhir tahun lalu. Bank Indonesia (BI) membeberkan maraknya transaksi oleh turis asing di Bali yang tak sepeser pun masuk ke Indonesia.

Sebenarnya, BI mengatur bahwa transaksi harus diproses dalam mata uang rupiah sesuai dengan PBI Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara melalui Peraturan Bank Indonesia 19/8/PBI/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) diatur bahwa tekfin yang hendak ekspansi ke Indonesia harus menggandeng bank umum kelompok usaha (BUKU) IV.

Alhasil, sebelum Bank BCA, sudah dua bank bermodal inti lebih dari Rp30 triliun yang telah merilis kerja sama dengan Wechat dan Alipay yakni Bank BNI dan Bank BRI. Namun, saat ini kedua bank itu beserta sejumlah perusahaan pelat merah lainnya tengah memproses satu produk kode QR BUMN, LinkAja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup