Pebisnis UMKM di Bali Digiring Pakai QR Code, Ovo Gandeng BPD Bali

PT Visionet Internasional (OVO)memperluas penetrasi transaksi nontunai di Bali, khususnya terhadap sektor usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) dengan menggandeng PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali).
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  19:16 WIB
Pebisnis UMKM di Bali Digiring Pakai QR Code, Ovo Gandeng BPD Bali
penandatanganan kerja sama antara Direktur OVO Johnny Widodo dan Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di kantor Bank BPD Bali, Senin (25/2/2019) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Visionet Internasional (OVO)memperluas penetrasi transaksi nontunai di Bali, khususnya terhadap sektor usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) dengan menggandeng PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali).

OVO dan Bank Bali meresmikan kerja sama strategis dengan Bank BPD Bali, melalui penandatanganan kerja sama antara Direktur OVO Johnny Widodo dan Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di kantor Bank BPD Bali, hari ini Senin (25/2/2019).

Sebagai tahap awal kemitraan QR code OVO akan segera tersedia di gerai-gerai UMKM di pasar, layanan publik, dan tempat wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah atau Desa Adat yang ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 gerai. Untuk memastikan kemudahan transaksi, Bank BPD Bali bertindak selaku mitra resmi penyedia rekening settlement bagi para pelaku UMKM.

Johnny Widodo, Direktur OVO mengungkapkan melalui sinergi ini, pihaknya dan Bank BPD Bali siap membawa masyarakat Bali lebih akrab dengan transaksi non-tunai.

"Kami yakin bahwa transaksi nontunai di Bali seperti di pasar dan tempat wisata akan membawa kemudahan tak hanya bagi pengunjung, namun juga bagi pelaku UMKM. Sinergi ini akan terus dikembangkan untuk merangkul lebih banyak pelaku UMKM, serta merambah ke sektor lain seperti di universitas, sekolah, layanan publik, hingga pusat jajanan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Senin (29/2/2019)

I Nyoman Sudharma, Direktur Utama Bank BPD Bali mengatakan pihaknya meyakini perbankan, UMKM dan fintech perlu bersinergi dalam mewujudkan inklusi keuangan serta mendukung transaksi nontunai.

“Sangat penting bagi kami untuk bisa membawa ribuan pelaku UMKM di Bali menjadi bankable, yang merupakan indikator penting dari inklusi finansial,” ujar I Nyoman Sudharma.

Bank BPD Bali saat ini mengelola hampir keseluruhan tagihan pajak dan retribusi daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Bali. Sebagai pengelola keuangan daerah, Bank BPD Bali berharap melalui kerja sama ini dapat meningkatkan layanan bagi Pemerintah Daerah untuk kemudahan dan pilihan pembayaran pajak daerah seperti PBB, SIM, SKCK, dan lain-lain secara non tunai. Selain itu, Bank BPD Bali juga mengelola kewajiban pembayaran SPP berbagai universitas dan sekolah dengan channel pembayaran mulai melalui teller sampai dengan e-Banking.

Adapun OVO saa ini telah menjangkau 115 juta perangkat di 303 kota di seluruh Indonesia dan diklaim menjadi platform dengan pembayaran yang paling banyak diterima di toko-toko ritel offline, platform O2O dan e-commerce. OVO telah hadir di 90% mal di Indonesia, termasuk hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir, jaringan rumah sakit terkemuka, dan mendukung layanan transportasi bersama Grab.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm, bpd bali, ovo

Editor : Fahmi Achmad

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup