Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DBS Indonesia Pasarkan Sukuk Ritel SR011 Lewat Digibank

PT Bank DBS Indonesia menargetkan penjualan instrumen investasi sukuk ritel seri SR011 kepada nasabah melalui layanan Digibank.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 07 Maret 2019  |  16:57 WIB
Vice President Partnership & Ecosystem Digibank, PT Bank DBS Indonesia Willy Chandry (dari kiri) bersama Vice President, Corporate Banking Group Ekaputra Inukertapati menyaksikan penjelasan DBS SME Academy kepada nasabah di Jakarta, Selasa (26/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Vice President Partnership & Ecosystem Digibank, PT Bank DBS Indonesia Willy Chandry (dari kiri) bersama Vice President, Corporate Banking Group Ekaputra Inukertapati menyaksikan penjelasan DBS SME Academy kepada nasabah di Jakarta, Selasa (26/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank DBS Indonesia menargetkan penjualan instrumen investasi sukuk ritel seri SR011 kepada nasabah melalui layanan Digibank. 

VP Digibank DBS Indonesia Willy Chandry mengatakan bahwa layanan digital banking Digibank saat ini didominasi oleh nasabah muda berusia di bawah 28 tahun dengan komposisi mencapai sekitar 42%. Sementara itu, portofolio nasabah pengguna Digibank dari kalangan usia 28—35 tahun dan di atas 35 tahun masing-masing berkontribusi 23% dan 40%. 

“Kami akan memasukkan sukuk ritel SR011 dalam jajaran produk-produk wealth management yang dapat diakses melalui layanan Digibank agar nasabah dapat mendapatkan layanan secara digital,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini. 

Dalam kesempatan terpisah, VP Consumer Treasury Business Head DBS Indonesia Michael Gunnar Wenas mengatakan bahwa target penjualan SR011 di DBS Indonesia mencapai minimal Rp500 miliar.

Menurut Wenas, karakteristik sukuk ritel yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder membuatnya diminati oleh investor.

Masa penawaran sukuk ritel SR011 berlangsung pada 1—16 Maret 2018. Kementerian Keuangan menetapkan kupon sebesar 8,05% per tahun dengan tenor 3 tahun. Instrumen investasi syariah tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder 2 bulan setelah masa pembelian. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk dbs indonesia
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top