Edukasi Duit : Jangan Mengukur Relasi dengan Uang

Takut salah, takut enggak punya uang, takut gagal, takut riba. Yang bekerja, taku kena pemutusan hubungan kerja atau PHK, lalu yang lagi kuliah mau ketemu guru besar takut karena ilmunya jelas enggak imbang. Ribet pokoknya.
Edukasi Duit : Jangan Mengukur Relasi dengan Uang
News Writer - Bisnis.com 05 April 2019  |  15:44 WIB
Edukasi Duit : Jangan Mengukur Relasi dengan Uang
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi

Bisnis.com, JAKARTA — Mungkin kalau saya sebut 95% dari kita ini hidup dengan penuh ketakutan, mungkin terlalu berlebihan. Kalau enggak sampai 95%, ya taruhlah 50% dari kita hidup di bawah baying-bayang ketakutan.

Takut salah, takut enggak punya uang, takut gagal, takut riba. Yang bekerja, taku kena pemutusan hubungan kerja atau PHK, lalu yang lagi kuliah mau ketemu guru besar takut karena ilmunya jelas enggak imbang. Ribet pokoknya.

Saya lantas membayangkan kehidupan di desa-desa, di daerah lereng gunung. Masyarakatnya masih guyup, rasa kebersamaan masih tinggi. Kalau ada tetangga yang sakit, satu mobil bak terbuka bisa mengangkut orang satu kampung untuk menjenguk.

Lagi duduk-duduk santai di depan rumah, bisa saja tetangga sebelah mengantar makanan. Semua dilakukan dengan rasa bersama dan penuh kekeluargaan. Intinya membangun kebersamaan. Mengelola kolaborasi.

Dalam kelompok masyarakat seperti ini, biasanya mereka mengikat diri dengan ukuran saling menghargai. Mereka tidak mengukur relasi itu dengan uang.

Mungkin Anda berpikir, beda dong. Jangan samakan. Itu karena selama ini pola pikir kita masih pada uang. Bekerja sepenuhnya untuk penghidupan.

Padahal, ada celah yang acapkali bisa kita optimalkan sebagai peluang. Namun, itu tadi, masih dihinggapi rasa takut.

Misalnya Anda diberi tahu teman sekerja, “Eh elu dipanggil Pak Bos.” Langsung yang terbayang adalah rasa bersalah. Padahal belum tentu si bos bertanya urusan pekerjaan. Bisa saja bos Anda lihat kebaiasaan atau hobi Anda di media sosial, lalu tertarik ikut bergabung.

Itu peluang membangun kolaborasi. Mendekatkan diri dengan kekuasaan. Imbasnya, tentu tidak bisa dirasakan sesaat. Sejauh mana Anda mampu membangun relasi itu sebagai peluang berharga.

Itu sebabnya, saran saya, jangan mendekatkan dengan orang yang boros hidupnya.  Jangan mendekatkan dengan yang egois. Ego sentris.  Jangan mendekatkan dengan orang yang kemaruk uang.  Jangan mendekatkan dengan orang yang nyalahin orang melulu.

Caranya ya membangun relasi dengan terbuka. Dan satu lagi, jangan pernah takut untuk membangun kolaborasi.

Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Coach New Money-Motivator Uang

Untuk pertanyaan dan informasi buku elektronik terbaru, bisa diajukan melalui alamat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Edukasi Duit

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top