Pengguna LinkAja Ditargetkan Tembus 10 Juta pada 2019, Ini Strateginya

Pengguna LinkAja, platform digital pembayaran milik PT Fintek Karya Nusantara ditargetkan mencapai sekitar 5 juta—10 juta sampai dengan akhir tahun ini.
Ipak Ayu H Nurcaya | 09 April 2019 14:07 WIB
Menteri BUMN Rini Sumarno menunjukkan aplikasi layanan keuangan elektronik Link Aja di gerai Link Aja dalam ajang BNI Java Jazz Festival 2019 di Jakarta, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA — Pengguna LinkAja, platform digital pembayaran milik PT Fintek Karya Nusantara ditargetkan mencapai sekitar 5 juta—10 juta sampai dengan akhir tahun ini.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan saat ini pengguna aktif LinkAja baru mencapai sekitar 2 juta—2,5 juta. Sementara itu, pengguna terdaftar sudah mencapai 25 juta.

"Kami masih lihat dan lakukan pembersihan karena kemungkinan adanya double akun dari migrasi kemarin seperti pengguna Yap! yang juga Tcash," katanya, Selasa (9/4/2019).

Tiko, sapaan akrab Kartika, mengemukakan untuk migrasi dari seluruh platform sistem pembayaran online milik bank-bank BUMN telah rampung pada minggu lalu. Saat ini Finarya terus melakukan fokus pengembangan fitur-fitur baru untuk LinkAja.

Salah satunya, dompet elektronik atau e-wallet yang diharapkan dapat selesai pada Juni ini. Dengan e-wallet nantinya pengguna LinkAja dapat menghubungkan akun dengan rekening tabungan, kartu debit, atau kartu kredit. Dengan demikian, pengguna LinkAja tidak perlu melakukan isi ulang saldo.

"Ini poin utama yang kami harapkan meningkatkan inklusi dengan pemilikan rekening di bank. Dahulu orang harus ke cabang atau agen untuk buka rekening, sekarang melalui aplikasi akan membuka pintu orang masuk ke bank," ujar Tiko.

Sisi lain, lanjut Tiko, untuk mendapatkan pasar yang sama besarnya dengan dua pemain besar saat ini, LinkAja akan memainkan angle yang sedikit berbeda. Menurutnya, jika OVO dan Gopay fokus pada pembayaran transportasi pribadi seperti ojek dan diskon pada merchant makanan dan minuman maka LinkAja akan berfokus pada pembayaran kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Tiko menuturkan jika mengikuti arus dengan perang diskon pada merchant consumer maka terlalu mahal untuk LinkAja. Untuk itu, pada tahap pertama LinkAja akan memainkan sektor transportasi umum dan public sevice.

"Ini sedang proses dengan Jasa Marga, jadi nanti LinkAja akan bisa digunakan di tol dengan stiker yang ditempel di kaca mobil, lalu pembayaran bensin Pertamina dan MRT yang masih negosiasi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LinkAja

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top