Merencanakan Keuangan dengan Arisan

Dalam kultur masyarakat Indonesia, arisan bukanlah barang baru. Siapa sangka, aktivitas ini juga bisa digunakan sebagai salah satu instrumen perencanaan keuangan.
Reni Lestari | 23 April 2019 17:39 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam kultur masyarakat Indonesia, arisan bukanlah barang baru. Aktivitas penghimpunan dana secara teratur pada periode tertentu ini selain melekat sebagai bagian dari budaya, juga berfungsi sebagai sistem untuk menyimpan dana di luar bentuk ekonomi formal.

Siapa sangka, aktivitas ini juga bisa digunakan sebagai salah satu instrumen perencanaan keuangan.

CEO PT Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA) Hendra Tjanaka mengatakan, efektifitas arisan sebagai instrumen perencanaan keuangan lantaran dengan aktivitas ini melibatkan dukungan sosial kelompok.

"Perencanaan keuangan lewat arisan dilakukan bareng-bareng, jadi ada social pressure atau social support," kata Hendra.

Karena melibatkan kelompok dengan anggota yang saling mengenal satu sama lain, disiplin membayar iuran untuk kepentingan kelompok menjadi lebih mudah dilakukan. Hendra mengatakan, dalam sistem arisan hampir tidak ditemukan kasus gagal bayar. Dia juga mengatakan, aktivitas arisan tak hanya lekat dengan masyarakat ekonomi lemah.

"Arisan bisa digunakan oleh siapa pun yang mau merencanakan kebutuhan hidupnya jadi tidak mesti dari kalangan apa pun," ujarnya.

Pada praktik keuangan dunia, dikenal tiga jenis arisan. Pertama, dikenal dengan istilah saving club dimana setiap anggota akan menempatkan sejumlah uang dalam besaran yang sama, lalu diakumulasi hingga periode tertentu. Pada akhir periode, uang yang terkumpul akan dibagi sama rata pada tiap anggota. Saving club banyak dipraktikkan pada populasi negara-negara seperti Afrika Selatan, India, Bangladesh, dan Pakistan yang tidak tersentuh perbankan.

Kedua, Rotating Savings and Credit Association (RoSCA). Model ini dijalankan seperti arisan pada umumnya di Indonesia. Ketiga, Accumulated Savings And Credit Association (ASCA), yakni mekanisme pengumpulan dan pencairan dana serupa saving club, tetapi uang yang telah terakumulasi akan disalurkan terlebih dahulu dalam bentuk kredit kepada anggota atau kerabat yang membutuhkan pendanaan. Di Indonesia, praktik arisan saving club telah banyak jamak dilakukan.

Namun demikian, Perencana keuangan OneShildt Mohamad Andoko menyarankan arisan hanya digunakan untuk merencanakan kebutuhan keuangan jangka pendek. Dia mengatakan, kebutuhan keluarga seperti dana pendidikan anak sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari dan tidak hanya mengandalkan arisan semata.

"Arisan untuk merencana dana pendidikan anak sebaiknya menjadi pilihan terakhir, karena dana ini harus disiapkan sejak jauh hari," kata Andoko.

Arisan, lanjutnya, bisa digunakan untuk merencanakan kebutuhan keuangan yang bersifat periodik seperti liburan tahunan keluarga. Hal lain yang perlu digarisbawahi dari arisan adalah, biaya di penyelenggaraan arisan itu sendiri yang hendaknya tidak lebih besar pasak daripada tiang, tidak lebih besar dari yang diterima setiap anggota.

"Bisa jadi uang konsumsi lebih besar daripada uang yang dia dapat karena terkait dengan gengsi," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arisan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup