Cari Utang, Danamon Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun

PT Bank Danamon Indonesia Tbk. menawarkan obligasi berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 dengan jumlah pokok Rp2 triliun. Hal ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Bank Danamon yang memiliki target penghimpunan dana sebesar Rp5 triliun.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 01 Juni 2019  |  14:28 WIB
Cari Utang, Danamon Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun
Nasabah bertransaksi di Bank Danamon, Makassar, Selasa (29/8/2017). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk. menawarkan obligasi berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 dengan jumlah pokok Rp2 triliun. Hal ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Bank Danamon yang memiliki target penghimpunan dana sebesar Rp5 triliun. 

Mengutip keterbukaan informasi, Sabtu (1/6/2019), Bank Danamon akan menerbitkan obligasi dalam dua seri. Jumlah pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp1,15 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesa 7,55% per tahun. 

Jangka waktu tersebut adalah 370 hari sejak tanggal emisi. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri A pada saat jatuh tempo, yakni tanggal 4 Juni 2020.

Sementara itu jumlah pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp852 juta 

dengan tingkat bunga tetap 8,55%per tahun. Jangka waktu obligasi 36 bulan sejak tanggal emisi. Dengan demikian pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh sebesar 100% dari jumlah pokok Obligasi Seri B pada saat jatuh tempo, yaitu 24 Mei 2022.

Dalam prospektus yang diterbitkan pada 31 Mei 2019, Bank Danamon menyatakan bahwa dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Bank Danamon Tahap I Tahun 2019, sebesar 80% di antaranya akan dipergunakan untuk penyaluran kredit dan 20% sisanya untuk meningkatkan likuiditas Perseroan.

Adapun sebelumnya Chief Officer dan Direktur Bank Danamon Satinder Ahluwalia mengatakah rasio intermediasi makroprudensial (RIM) perusahaan saat ini pada level 94%. Meski cukup tinggi, menurut Ahlu, rasio itu terbilang aman dibandingkan dengan kondisi 2—3 tahun lalu, di mana rasio likuiditas bank mencapai level 105%—110%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank danamon

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top