Duniatex Gagal Bayar Obligasi, Utang ke 10 Kreditur Capai Rp10,3 Triliun

Sebanyak 10 bank tercatat sebagai kreditur anak usaha Duniatex Group, PT Duta Merlin Dunia Textile (DMDT). J.P Morgan mencatat kredit yang disalurkan oleh bank tersebut DMDT sepanjang 2018 sebesar Rp5,25 triliun dan US$362,3 juta. Sebanyak 58% di antaranya merupakan kredit sindikasi.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  21:55 WIB
Duniatex Gagal Bayar Obligasi, Utang ke 10 Kreditur Capai Rp10,3 Triliun
Ilustrasi - eratexco.com

Bisnis.comJAKARTA – Sebanyak 10 bank tercatat sebagai kreditur anak usaha Duniatex Group, PT Duta Merlin Dunia Textile (DMDT). J.P Morgan mencatat kredit yang disalurkan oleh bank tersebut DMDT sepanjang 2018 sebesar Rp5,25 triliun dan US$362,3 juta. Sebanyak 58% di antaranya merupakan kredit sindikasi.

Seperti diketahui, anak usaha Duniatex, Delta Dunia Sandang Tekstil baru saja dikabarkan gagal membayar bunga dan pokok surat utang dengan total nilai US$11 juta. S&P Global Ratings pun memutuskan untuk memangkas peringkat utang perusahaan sebesar 6 level.

Berdasarkan catatan J.P Morgan, tiga bank pelat merah masuk dalam daftar krediur DMDT. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjadi bank terbesar yang menyalurkan dana, setelah Bank Exim sepanjang 2018.

J.P Morgan memperkirakan Duniatex Group memiliki total pinjaman jauh lebih besar dibandingkan dengan anak usahanya, DMDT. “Sebagai contoh tim kami menemukan bahwa Duniatex memiliki kredit modal kerja senilai Rp5,4 triliun yang bergulir setiap 12 bulan. Duniatex telah menunjuk penasihat keuangan untuk kemungkinan resktrukturisasi,” demikian mengutip riset J.P Morgan yang ditulis oleh Harsh Wardhan Modi, Anurag Rajat, dan Gaurav Khandewal, Senin (22/7/2019).

Sementara itu, J.P Morgan menyebut Bank Mandiri telah mengklarifikasi memiliki eksposur kredit sebesar Rp2,2 triliun kepada Duniatex. Jumlah tersebut turun dari sebelumnya Rp3,4 triliun per Desember 2018.

Satu poin utama yang disebut manajemen Bank Mandiri adalah beberapa perusahaan grup dalam Duniatex dalam posisi akun individu, bukan konsolidasi. Dengan demikian sulit mengetahui posisi keuangan secara konsolidasi.

Akibatnya bank pun mulai khawatir dan meminta percepatan pembayaran. Kendati demikian emiten bank berkode BMRI ini masih mengklasifikasi utang Duniatex sebagai kolektibilitas tahap 1.

Saat ini setelah anak usaha Duniatex gagal bayar obligasi, J.P Morgan menilai bank akan mulai menyiapkan provisi. Satu faktor yang meringankan bank adalah cakupan jaminan 160% untuk total utang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
duniatex

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top