Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jajaki Tiga Bank Swasta, SMF Akan Kejar Target Sekuritisasi di Sisa Tahun Ini

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) (Persero) bakal menggenjot lini bisnis sekuritisasi dengan menawarkan Efek Beragun Aset- Surat Partisipasi (EBA-SP) pada semester II seiring penjajakan kerja sama dengan tiga bank swasta.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  18:59 WIB
Kantor PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). - Istimewa
Kantor PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). - Istimewa

Bisnis.com JAKARTA – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) (Persero) bakal menggenjot lini bisnis sekuritisasi dengan menawarkan Efek Beragun Aset- Surat Partisipasi (EBA-SP) pada semester II seiring penjajakan kerja sama dengan tiga bank swasta.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, hingga akhir tahun SMF menargetkan lini bisnis sekuritisasi aset dapat mencapai Rp2,2 triliun. Namun, hingga semester I/2019 lini sekuritisasi belum mencetak angka.

Saat ini, SMF tengah menjajaki kerja sama dengan tiga bank yang berencana melaksanakan sekuritisasi di semester II/2019 dengan menggunakan skema EBA Surat Partisipasi (EBA-SP). Tiga bank tersebut terdiri dari dua bank konvensional dan satu bank syariah.

"Ini produk yang lebih secure dari bonds ritel karena ada underlying dan sudah di-rating juga. Semoga nanti di akhir tahun akan ada lagi," katanya, Senin (22/7/2019).

EBA-SP tersebut menggunakan underlying, KPR dari Bank yang dipilih melalui 32 kriteria seleksi.

“Diharapkan sekuritisasi aset ini bisa mempercepat penyaluran dana bagi pembiayaan perumahan, demi mensukseskan Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Selain konvensional, SMF juga tertarik melakukan penerbitan EBA SP Syariah yang bakal menjadi yang pertama di Indonesia.

"Kami sebetulnya juga sangat serius menggarap syariah. Untuk itu, kami sudah membantu menyediakan baik sistem, SOP-nya, tapi memang butuh keseriusan untuk bank fokus di KPR syariah. Kami juga sudah menyiapkan Rp1,5 triliun," ujarnya.

Beberapa institusi seperti Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebagai penyalur KPR bagi PNS dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dinilai potensial meningkatkan penjualan EBA syariah. Namun, permasalahannya, bank yang ingin menjual KPR syariahnya untuk disekuritisasi belum banyak tersedia.

"Sekarang sedang proses, mudah-mudahan kami dapat selesaikan di kuartal III/2019, realisasinya diharapkan di atas Rp2,2 triliun. [Sekuritisasi yang sedang dijajaki] Dengan tiga bank, dua di antaranya bank swasta," katanya.

SMF juga menyasar nasabah ritel dengan program ini sudah ada sejak tahun lalu. EBA ritel menyasar kalangan millenials dengan nilai investasi mulai dari Rp100.000 dengan bunga 8,6% per tahun. SMF menyiapkan sekitar Rp20 miliar - Rp30 miliar untuk penjualan EBA ritel.

SMF juga secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi dengan membuka penjualan EBA SP ritel ke universitas, kementerian dan BUMN.

Sepanjang Januari - Juni 2019, SMF telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp5,3 triliun, tumbuh 22,12% secara tahunan. Penyaluran ini telah disalurkan kepada bank umum, bank pembangunan daerah, dan bank syariah.

"Tumbuhnya tidak terlalu signifikan. Di market kan sekitar belasan persen. Intinya, kami mencoba mencari inovasi dan model bisnis yang baru. Salah satunya dari program penurunan beban fiskal [Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan/FLPP]."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smf
Editor : Emanuel B. Caesario
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top