Laba Bersih Bank Kelompok BUKU II dan IV Melaju Kencang di Semester 1

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum di Indonesia per Juni 2019 naik 10,70 persen secara year-on-year (YoY) dari Rp70,92 triliun menjadi Rp78,5 triliun.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  10:19 WIB
Laba Bersih Bank Kelompok BUKU II dan IV Melaju Kencang di Semester 1
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Laba bersih bank-bank umum yang masuk kelompok Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) II dan IV tumbuh di atas rata-rata industri sepanjang Semester I/2019.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum di Indonesia per Juni 2019 naik 10,70 persen secara year-on-year (YoY) dari Rp70,92 triliun menjadi Rp78,5 triliun. Angka ini di atas rata-rata kenaikan pada Semester I/2018, yang saat itu keuntungan bersih bank umum tumbuh 7,95 persen secara YoY.

Ditarik lebih jauh, pertumbuhan laba bersih industri ini dibawah bank yang berada di kelompok BUKU II dan IV. Laba bersih bank di BUKU II tercatat tumbuh 11,15 persen, sementara BUKU IV mencapai 12,96 persen.

Kondisi bertolakbelakang terjadi pada kelompok BUKU I dan III. Laba bersih bank pada BUKU I turun 6,94 persen, sementara di BUKU III naik 3,50 persen secara YoY.

Bank BUKU I adalah bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, bank BUKU II modal intinya Rp1 triliun -- Rp5 triliun, bank BUKU III dengan modal inti Rp5 triliun -- Rp30 triliun, dan bank BUKU IV modal intinya Rp30 triliun.

Menurut pengamat perbankan Paul Sutaryono, pertumbuhan laba bersih di atas rata-rata industri pada kelompok BUKU IV wajar karena bank-bank di sini memiliki modal tinggi. Kecukupan modal ini membuat bank pada BUKU IV memiliki kemampuan lebih dalam menyalurkan kredit meski suku bunga acuan masih di angka 6 persen sepanjang Januari-Juli 2019.

“Selain itu, karena mereka memiliki infrastruktur berupa kantor cabang yang banyak sebagai saluran distribusi produk perbankan yang jitu, ditambah produk berbasis IT,” ujar Paul kepada Bisnis, Selasa (27/8/2019).

Paul mengatakan, turunnya laba bersih yang dikumpulkan bank pada kelompok BUKU I terjadi lantaran mereka sulit menembus pasar potensial untuk diberikan pembiayaan. Apalagi pada saat bersamaan bank di BUKU I harus tetap menaikkan suku bunga deposito sehingga menyebabkan naiknya biaya dana.

Saat ini Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 base poin (bps) menjadi 5,50 persen. Kebijakan ini diyakini membuat laba bersih bank umum di Indonesia terus tumbuh di Semester II/2019.

“Laba di BUKU III dan IV akan kian tinggi. Hal sama juga bisa terjadi di BUKU I dan II, tapi lebih rendah dibanding dua kelompok itu,” ujarnya.

Pertumbuhan laba bersih bank umum per Semester I/2019 ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 3,92 persen secara YoY. Pertumbuhan NII ini mampu menutup perlambatan laju pendapatan non-operasional yang turun 22,40 persen dalam periode sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, kinerja bank

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top