Fintech APERD Raiz Asal Australia Masuki Pasar Indonesia

Raiz merupakan aplikasi investasi berbasis mobile yang memungkinkan masyarakat berinvestasi di reksa dana.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 September 2019  |  02:45 WIB
Fintech APERD Raiz Asal Australia Masuki Pasar Indonesia
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, JAKARTA – Industri financial technology (fintech) dari segmen Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)  kedatangan satu pemain anyar yang berasal dari Australia, Raiz Invest Indonesia.
 
Komisaris Raiz Michael N. Luhukay mengatakan Raiz merupakan aplikasi investasi berbasis mobile yang memungkinkan masyarakat berinvestasi di reksa dana. Dia menilai karakteristik platform Raiz dapat menjadi solusi yang progresif atas permasalahan rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan di masyarakat Indonesia, khususnya dalam konteks investasi di pasar modal. 
 
“Membangun kebiasaan berinvestasi pada generasi milenial bukan sekedar menawarkan teknologi atau imbal hasil yang tinggi, tapi juga harus dapat mengakomodir karakter mereka yang dikenal kritis dan dinamis guna menumbuhkan kepercayaan diri mereka,” ungkap Luhukay dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (11/9/2019).

Hal itu didasari keberhasilan Raiz yang sudah beroperasi di Australia sejak 2016. Dalam waktu 3 tahun semenjak peluncurannya, aplikasi tersebut telah diunduh sebanyak lebih dari 1,1 juta kali di Negeri Kangguru dan memiliki lebih dari 700.000 pengguna, di mana lebih dari 194.000 di antaranya adalah pengguna aktif. 

Berbagai tahapan untuk memanfaatkan peluang ekspansi bisnis di Indonesia telah dilakukan, mulai dari observasi terhadap perkembangan bisnis, menguji kesiapan penerapan teknologi machine learning atau robo advisor di Indonesia, riset mendalam terhadap pasar Indonesia, Focus Group Discussion (FGD) dengan stakeholders dan sejumlah target pengguna, serta pendekatan yang transparan dan konsisten untuk meyakinkan regulator Indonesia.
 
“Saya juga turun tangan memberikan dukungan dari berbagai aspek agar misi Raiz bisa tercapai, mulai dari mencari pendanaan dari venture capital maupun investor, melakukan dan memberikan saran bagi strategi pemasaran agar senantiasa relevan dengan generasi milenial," tutur Luhukay.

Sejak soft laucnching pada Maret 2019, Raiz telah memiliki 90,000 calon pengguna (pre-sign up users) dan berambisi meraih 1 juta pengguna dalam 3 tahun ke depan. Sebagai platform dengan ekosistem tertutup, Raiz juga akan terus menambah mitra strategis demi menjaring lebih banyak pengguna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana, fintech

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top