BMRI Kejatuhan Durian Runtuh Belanja Online

Per Agustus 2019, bank dengan sandi saham BMRI sudah mencatat lebih dari 12 juta transaksi daring melalui layanan dagang-el. Sementara itu, sales volume yang dicatat naik 38% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi lebih dari Rp10 triliun.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 18 September 2019  |  06:47 WIB
BMRI Kejatuhan Durian Runtuh Belanja Online
Nasabah melakukan transaksi top-up saldo e-money melalui mesin khusus e-money di salah satu cabang Bank Mandiri, di Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatat untung gemilang dari transaksi belanja daring yang semakin tren di tengah masyarakat.

Per Agustus 2019, bank dengan sandi saham BMRI sudah mencatat lebih dari 12 juta transaksi daring melalui layanan dagang-el. Sementara itu, sales volume yang dicatat naik 38% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi lebih dari Rp10 triliun.

Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan perseroan melihat hal ini sebagai kegiatan belanja daring dengan ragam penawaran menariknya sebagai hal positif dalam meningkatkan transaksi khususnya untuk mendukung pelaksanaan cashless society. Tak hanya itu, belanja daring juga sebagai kesempatan untuk sarana edukasi masyarakat dalam bertransaksi digital.

“Dengan adanya kegiatan promo belanja online, masyarakat akan terdorong untuk mencoba melakukan pembelian barang di e-commerce hingga melakukan pembayaran secara online,” katanya kepada Bisnis, Selasa (17/9/2019).

Thomas mengemukakan sejak gencarnya promo belanja daring bulanan pada akhir 2018 lalu seperti promo 10.10, 11.11, hinga 12.12 pada transaksi dagang-el, membuat perseroan mencatatkan peningkatan hingga 45% dibanding rerata transaksi bulanan pada semester I/2018.

Pada tahun ini diharapkan ada peningkatan transaksi daring terjadi sebesar 49% dibanding 2018 atau sebesar 23 juta transaksi.

Thomas mengemukakan sebagian besar pembayaran transaksi daring melalui Bank Mandiri masih dilakukan menggunakan sumber kartu kredit. Perbandingan penggunaan kartu kredit dibanding debit mandiri yaitu 70 : 30.

Sementara itu, terkait dengan layanan terbaru, Bank Mandiri bersama Himpunan Bank Negara, terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan Telkomsel, serta beberapa perusahaan BUMN lainnya berkolaborasi untuk mendukung Finarya dalam pengembangan aplikasi LinkAja.

LinkAja merupakan uang elektronik berbasis aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan isi saldo dan menggunakannya untuk berbagai transaksi baik untuk tenan luring maupun daring.

Ke depannya aplikasi ini juga akan berfungsi sebagai dompet elektronik, sehingga tidak hanya uang elektronik, pengguna juga dapat menggunakan kartu debit atau kredit untuk bertransaksi melalui aplikasi dengan cara menambahkan kartu debit atau kredit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top