Ini Alasan DBS Indonesia Pasarkan ORI016 Lewat Digibank

PT Bank DBS Indonesia memiliki sejumlah alasan sehingga mau menjadi mitra penjualan surat berharga negara mengandalkan layanan digital mereka Digibank.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 05 Oktober 2019  |  15:39 WIB
Ini Alasan DBS Indonesia Pasarkan ORI016 Lewat Digibank
Senior Vice President, Digibank Partnership & distribution PT Bank DBS Indonesia Neni Veronica (dari kiri), Director Consumer Banking Group Wawan Salum dan Executive Director Head of Consumer Finance Sonja Kristianti berbincang di sela-sela peluncuran fitur terbaru layanan digital Digibank di Jakarta, Senin (20/5/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank DBS Indonesia memiliki sejumlah alasan sehingga mau menjadi mitra penjualan surat berharga negara mengandalkan layanan digital mereka Digibank.

Menurut Head of Wealth Digital Initiatives and Product Portfolio Management DBS Indonesia Djoko Sulistyo, alasan pertama yakni DBS Indonesia ingin membantu negara mengenalkan instrumen investasi berupa surat berharga ke masyarakat.

Kedua, penjualan surat berharga terutama Obligasi Ritel Indonesia (ORI)016 secara daring juga dianggap sejalan dengan strategi digibank yakni menghadirkan layanan secara digital penuh terhadap nasabah.

"Milenial kan maunya simpel dan nggak usah ribet, kemudian intinya dari sisi balance syarat minimum pembelian [ORI016] tak terlalu besar. Kami buat aplikasi agar milenial tak perlu ribet dan ikuti gaya hidup mereka," kata Djoko saat peluncuran penjualan ORI016 by Digibank, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Pemasaran ORI016 dilakukan DBS Indonesia menggunakan Digibank. Dengan sistem ini, calon investor bisa langsung memproses pembelian ORI016 dari aplikasi Digibank.

DBS Indonesia menjamin seluruh proses pembelian surat berharga, mulai dari pendaftaran Single Investor Identification (SID), pemesanan hingga pembayaran bisa dilakukan melalui aplikasi. Bank ini juga tidak menaikkan batas minimal pembelian ORI016 yakni Rp1 juta per investor.

Djoko menyebut perusahaannya belum memiliki target nilai penjualan ORI016 dari layanan digital ini. DBS Indonesia disebutnya masih ingin melihat apakah produk investasi seperti surat berharga banyak diminati nasabah Digibank atau tidak.

"Kami target [mendapat gambaran] apakah nasabah digibank kami akan ambil [investasi ORI atau tidak]. Kami tak berani target dari sisi value," kata Managing Director Head of Digital Banking Group DBS Indonesia Leonardo Koesmanto.

Terakhir, Leonardo menyebut bahwa selama ini sebenarnya banyak masyarakat yang ingin menanamkan uangnya ke dalam surat berharga. Akan tetapi, banyak di antara mereka yang tidak paham persyaratan pembelian serta tata cara menanamkan investasi di surat berharga.

Karena itu Digibank diandalkan DBS Indonesia untuk mengambil pasar calon investor yang masih bingung ini. Tak hanya itu, layanan jual-beli surat berharga mellalui Digibank dipercaya bisa memperluas cakupan perekrutan nasabah baru bank ini.

"Kami juga bisa membantu, bukan hanya pemerintah, tapi bagi kami sendiri bisa merambah nasabah yang lebih luas karena bagaimanapun juga kalau kami tergantung jumlah cabang, mau sebanyak apapun pasti [nasabahnya] yang dekat situ," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dbs, obligasi ritel indonesia

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top