BRI Siap Menyalurkan Kredit Kendaraan Listrik Rendah Karbon

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. akan menyiapkan dana untuk pembiayaan kendaraan rendah emisi karbon (low carbon emission vehicle/LCEV) senilai Rp100 miliar mulai kuartal akhir tahun ini.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  17:37 WIB
BRI Siap Menyalurkan Kredit Kendaraan Listrik Rendah Karbon
Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memberi keterangan perihal pembuatan stasiun GrabWheels di area Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (11/10/2019) - Bisnis/Lalu Rahadian

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. akan menyiapkan dana untuk pembiayaan kendaraan rendah emisi karbon (low carbon emission vehicle/LCEV) senilai Rp100 miliar mulai kuartal akhir tahun ini.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, plafon pembiayaan LCEV disiapkan untuk kuartal IV/2019 karena perseroan mendapat info sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) telah siap memasarkan beberapa kendaraan listrik di penghujung 2019. Plafon tersebut tidak berbeda dengan nilai yang sudah ditetapkan BRI sejak awal tahun.

“Saya dapat info dari Gaikindo [Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia] semoga di kuartal IV/2019 banyak tipe mobil listrik dari banyak dealer partner yang sudah memperkenalkan dengan harga terjangkau,” ujar Handayani di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Nantinya, pembiayaan untuk pembelian LCEV akan diberikan dengan tingkat bunga berbeda dibanding kredit kendaraan bermotor (KKB) konvensional.

Perbedaan itu mengacu beleid sustainable finance yang sudah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Peraturan OJK Nomor 51 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan dan POJK Nomor 60 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan.

Handayani menyebut besar kemungkinan suku bunga kredit LCEV tak akan mencapai dua digit atau di bawah 10 persen. Jangka waktu pembiayaan kendaraan ramah lingkungan juga bisa lebih panjang diberikan kepada nasabah.

“Tentu untuk pembiayaan yang menunjang lingkungan ada suku bunga khusus. Mudah-mudahan [single digit], saat ini kami masih tunggu pricing mereka dan karena kemarin karena harganya relatif lebih mahal jadi mungkin jangka waktunya [pembiayaan] lebih panjang,” ujarnya.

Berdasarkan data OJK, nilai penyaluran KKB oleh bank sepanjang semester I/2019 melambat dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir Juni 2019, nilai KKB yang sudah disalurkan bank tumbuh 5,14 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp142,12 triliun. Sementara pada akhir semester I/2018 nilai KKB yang berhasil disalurkan tumbuh 10,12 persen yoy.

Sementara BRI pada paruh pertama 2019 telah menyalurkan KKB hingga Rp4,1 triliun atau tumbuh 35 persen yoy. Nilai total kredit konsumer yang disalurkan emiten berkode BBRI ini di periode sama tumbuh 8,65 persen yoy menjadi Rp135,1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top