Kanal Digital Mampu Dorong Kesadaran Investasi Milenial

Saat ini, jumlah investor reksa dana terus bertumbuh tapi jumlah investor yang akhirnya membeli reksa dana masih belum maksimal.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  13:09 WIB
Kanal Digital Mampu Dorong Kesadaran Investasi Milenial
Direktur Tanamduit Muhammad Hanif memberikan materi tentang investasi reksa dana dalam acara Bisnis Community yang diselenggarakan Bisnis.com di Jakarta, Sabtu (12/10/2019). - Bisnis/Agne Yasa

Bisnis.com, JAKARTA -- Berinvestasi melalui pendekatan platform digital bakal mampu mendorong kesadaran investasi di generasi milenial.

Hal itu diungkapkan Direktur Tanamduit Muhammad Hanif dalam acara Bisnis Community Meet Up yang diselenggarakan oleh Bisnis.com di Jakarta, Sabtu (12/10).

Dia mengatakan kesadaran milenial dalam berinvestasi melalui platform digital sebenarnya sudah cukup tinggi. Namun, potensinya masih jauh lebih besar dari yang terlihat sekarang.

"Indikasinya jumlah pembukaan rekening kan naik. Di kami selalu ada ratusan, bahkan lebih dari 1.000 [orang] buka rekening dalam sehari. Tapi baru sebatas buka rekening, belum berinvestasi. Maka harus didorong," ujar Hanif, Sabtu (12/10).

Saat ini, jumlah Single Investor Identification (SID) reksa dana telah menyentuh 1,4 juta akun. Padahal, sebutnya, hanya ada ratusan ribu akun pada tiga tahun lalu.

Artinya, jumlah investor reksa dana meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Namun, meningkatkan jumlah investor melalui platform digital memang bukan usaha yang mudah.

"Kalau belanja sensasinya langsung pada saat itu. Tapi berinvestasi sensasinya nanti. Mengedukasi supaya sadar akan manfaatnya itu tantangan kami," lanjut Hanif.

Saat ini, 70 persen pengguna Tanamduit berasal dari kalangan milenial. Namun, baru sekitar 45 persen yang akhirnya membeli reksa dana melalui platform tersebut.  

"Berinvestasi selalu ada risiko maka pilihlah produk yang sesuai dengan profil risiko," tutupnya.

Tanamduit merupakan perusahaan financial technology (fintech) Agen Penjual Efek Reksadana (APERD) yang telah mendapatkan lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun Bisnis Community Meet Up yang diselenggarakan di CoHive D.Labs ini merupakan ajang perdana yang melibatkan Bisnis Community. Acara ini didukung Great Eastern Life dan Tanamduit.

Saat ini, anggota Grup Bisnis Community berasal dari berbagai latar belakang mulai dari pegawai swasta, mahasiswa, entrepreneur, hingga ibu rumah tangga dengan rentang usia 19-42 tahun dari berbagai daerah.

Nantinya, akan ada empat tema besar yang bakal digali oleh Bisnis Community mulai dari investasi, lifestyle, blogger, hingga vlogger.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, generasi milenial

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top