BRI Menuju Kapitalisasi Saham Rp700 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. optimistis harga saham perseroan bakal terus meningkat, karena manajemen memiliki strategi untuk menggenjot kinerja agar lebih baik ke depan.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  18:38 WIB
BRI Menuju Kapitalisasi Saham Rp700 Triliun
Karyawati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperlihatkan aplikasi BRI Credit Card Mobile saat diluncurkan di Jakarta, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. optimistis harga saham perseroan bakal terus meningkat, karena manajemen memiliki strategi untuk menggenjot kinerja agar lebih baik ke depan.

Corporate Secretary BRI Hari Purnomo mengatakan, perseroan memiliki target kapitalisasi hingga Rp700 triliun hingga 2022 mendatang. Target tersebut diyakini bisa tercapai karena saat ini nilai kapitalisasi BRI telah mencapai Rp500 triliun.

“Di Tahun 2022, BBRI memiliki target kapitalisasi sebesar Rp700 Triliun. Dengan nilai kapitalisasi saat ini sekitar Rp500 Triliun tentunya kami optimistis harga saham BBRI dapat terus meningkat ke depan," ujar Hari kepada Bisnis.com, Senin (14/10/2019).

Sebagai catatan, sepanjang 5 tahun terakhir harga saham BRI telah tumbuh 93%. Pertumbuhan ini bisa dikatakan yang terbesar dibandingkan dengan kenaikan harga saham bank pelat merah lain.

Sepanjang 2019 harga saham BRI juga telah tumbuh 26,86% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada pembukaan pasar awal pekan ini, nilai saham BBRI ada di angka Rp3.950 per lembar.

“Saham BBRI masih menjadi pilihan banyak investor internasional dan domestik yang terlihat pertumbuhan tahunannya masih dapat mencapai sekitar 26,86% (yoy),” ujarnya.

Untuk menjaga kepercayaan investor dan nilai saham di pasar, BRI memiliki visi menjadi the most valuable bank di Asia Tenggara pada 2022. Salah satu cara meraih target itu adalah memperbesar pembiayaan ke nasabah mikro.

Hari menyebut, BRI berencana memperbesar share market di mikro hingga 50% dalam 3 tahun ke depan. Bank pelat merah ini juga hendak meningkatkan profitabilitas dan value chain dari segmen korporasi.

“Kemudian menjadi terdepan dalam salary loan dan kredit konsumer lainnya, serta memperbesar konstribusi perusahaan anak kepada BRI,” tuturnya.

Sebagai catatan, hingga akhir semester I/2019 portofolio kredit mikro yang disalurkan BRI tumbuh 13,6% yoy menjadi Rp292,6 triliun. Nilai kredit mikro tersebut setara 34,64% dari seluruh portofolio pembiayaan BBRI pada periode yang sama sebesar Rp844,5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top