Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Taspen Siapkan Unit Investasi Syariah

PT Taspen (Persero) akan membentuk unit investasi syariah (UIS) pada tahun depan seiring dengan peluang pada instrumen investasi syariah yang membesar, banyak pensiunan yang menginginkan bertransaksi syariah.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 15 November 2019  |  11:46 WIB
Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro. - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Taspen (Persero) akan membentuk unit investasi syariah (UIS) pada tahun depan seiring dengan peluang pada instrumen investasi syariah yang membesar, banyak pensiunan yang menginginkan bertransaksi syariah.

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, peluang itulah yang mendorong perseroan untuk membangun UIS untuk mengakomodasi kebutuhan peserta. 

Dia mengatakan UIS akan mulai beroperasi pada awal Januari 2020, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) syariah hingga penyusunan akad syariah.   

“Kami tidak mengalokasikan [modal] secara khusus. SDM kami akan kami pisahkan, organisasinya terpisah walaupun belum begitu besar. Kami ingin masuk ke transaksi syariah dengan pola, termasuk akadnya berprinsip syariah,” tuturnya dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival, Kamis (14/11).

Saat ini portofolio investasi syariah perseroan hanya sekitar Rp9,1 triliun atau 3,54% dari total dana kelolaan perusahaan yang mencapai Rp254 triliun. Sebanyak 80% disalurkan kepada instrumen sukuk. Ke depannya, perusahaan akan mulai melihat alternatif lain seperti reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan obligasi syariah. 

Dana kelolaan tersebut terbagi menjadi Rp140 triliun yang dana milik peserta pensiun dan Rp110 triliun berasal dari kelolaan dana tabungan hari tua (THT).

“Oleh karena kami masih pegang [investasi syariah] sejak 2016, kami anggap itu baik dan masih ada potensi. Rata-rata pertumbuhan dana kelolaan syariah mencapai 34%. Jadi kurang lebih bisa menjadi Rp12 triliun. Namun, tergantung market,” ujarnya.

Ke depannya, perusahaan akan memberikan pendidikan khusus bagi SDM untuk memberikan pemahaman terhadap investasi syariah. 

Taspen mulai memasuki pasar modal syariah sejak 2016. Saat ini, jumlah peserta Taspen kurang lebih sebesar 7,2 juta orang. Sebagian dana pensiun peserta telah dibayarkan melalui tabungan bank syariah.

Namun, dana kelolaan tersebut masih dikelola dengan metode konvensional. Untuk itu dibutuhkan UIS tersendiri agar dapat memastikan bahwa prinsip syariah dalam mengelola dana peserta dapat terjamin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taspen
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top