Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA dan Panin Senang Target Kredit Diturunkan

Sejumlah bank menyambut baik revisi proyeksi pertumbuhan kredit industri perbankan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 19 November 2019  |  14:42 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bank menyambut baik revisi proyeksi pertumbuhan kredit industri perbankan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tanggapan positif disampaikan salah satunya oleh Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja. Menurutnya, penyaluran kredit tak perlu dipaksakan karena bisa berujung pada lahirnya pembiayaan bermasalah (non performing loan/NPL).

"Saya setuju dengan OJK, kredit memang harus sesuai permintaan pasar, nggak bisa didorong-dorong nanti NPL naik lebih parah," kata Jahja kepada Bisnis, Senin (18/11).

Menurut Jahja, baik buruknya industri perbankan sangat tergantung pada kondisi perekonomian global serta nasional. Jika kondisi ekonomi dalam negeri stagnan, maka wajar bank irit menyalurkan kredit.

BCA optimis perkembangan industri perbankan tahun depan akan lebih baik dibanding 2019. Keyakinan ini muncul lantaran ada sejumlah hal yang berpotensi menjadi pemicu seperti keberadaan kabinet pemerintahan baru, serta niat pemerintah menyederhanakan regulasi melalui penerapan sistem Omnibus Law.

"Kami optimis bahwa nanti akan bagus, tapi lihat realisasi dulu sampai Juni tahun depan. RBB [Rencana Bisnis Bank] bisa direvisi Juni " katanya.

Tanggapan lain disampaikan Wakil Direktur Utama PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin) Roosniati Saalihin. Menurutnya, revisi yang dilakukan OJK sesuai dengan kondisi dan prediksi bahwa kondisi industri baru bisa pulih pasca tahun baru.

Bank Panin menganggap tingkat suku bunga acuan yang rendah bisa menjadi pemicu membaiknya kondisi industri perbankan. Akan tetapi, bank dan otoritas disebut harus waspada terhadap imbas dari perang dagang hingga adanya gejolak tak berkesudahan di Hong Kong. Kondisi internasional itu dianggap Roosniati bisa menjadi kendala pertumbuhan positif industri perbankan.

"Mudah-mudahan konsumsi domestik dan investasi infrastruktur bisa diharapkan. Pertumbuhan kredit kan tergantung permintaan pasar. Kalau otoritas sudah mendukung melalui penurunan suku bunga. Tapi kredit kan bukan faktor bunga semata, tapi bagaimana permintaan pasar juga," kata Roosniati kepada Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank panin bca
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top