Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK Minta Bumiputera Segera Serahkan Kandidat Direksi untuk Fit and Proper Test

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan bahwa Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 harus segera menyerahkan nama-nama direksi untuk kembali menjalankan fit and proper test.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 21 November 2019  |  15:02 WIB
Karyawan beraktivitas di Kantor Asuransi Jiwa Bumiputera, di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan beraktivitas di Kantor Asuransi Jiwa Bumiputera, di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan bahwa Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 harus segera menyerahkan nama-nama direksi untuk kembali menjalankan fit and proper test.

Direktur Pengawas Asuransi OJK Ahmad Nasrullah menjelaskan bahwa pada awal pekan ini pihaknya mengumumkan terdapat satu orang direksi Bumiputera yang lolos fit and proper test, sedangkan dua orang direksi lainnya dinyatakan tidak lolos.

Lolosnya Direktur Teknik dan Aktuaria Bumiputera Joko Suwaryo membuat perusahaan asuransi mutual tersebut kini memiliki dua direksi definitif, yakni Joko dan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Dena Chaerudin. Sesuai anggaran dasarnya, perseroan memerlukan satu orang direksi definitif lagi.

Nasrullah menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat pihaknya mendorong Bumiputera untuk segera mengajukan kembali kandidat direksi yang akan menjalani tes di OJK.

"Ya segera lah, sesegera mungkin [Bumiputera harus mengajukan nama-nama direksi]," ujar Nasrullah pada Kamis (21/11/2019).

Dia menilai bahwa keberadaan direksi merupakan salah satu faktor kunci dalam upaya penyehatan kondisi keuangan Bumiputera. Direksi bersama Badan Perwakilan Anggota (BPA) memiliki peran vital dalam menentukan dan mengeksekusi rencana penyehatan perseroan.

Nasrullah pun menjelaskan bahwa OJK telah meminta jajaran direksi dan BPA untuk menyampaikan rencana penyehatan kondisi keuangan sesuai versi pihak Bumiputera. Menurut dia, upaya penyehatan tersebut akan dilakukan oleh pihak Bumiputera agar sejalan dengan anggaran dasar perseroan.

"Ingat enggak ketika kami menugaskan pengelola statuter, ketika kewenangan [penyehatan] itu diambil alih oleh OJK, mereka merasa enggak jalan itu kan. Akhirnya kami kembalikan lagi kewenangan itu kepada BPA, kami tarik pengelola statuter. Sekarang pembenahan sedang dilakukan oleh manajemen, kami monitor," ujar Nasrullah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ajb bumiputera 1912
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top