Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank JTrust Ingin Kembali ke Lantai Bursa

Bank JTrust berencana kembali melakukan pencatatan kembali saham di Bursa Efek Indonesia (relisting) sekaligus melepas kembali sejumlah sahamnya kepada publik.
A. Iskandar Zulkarnain
A. Iskandar Zulkarnain - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  09:49 WIB
Bank JTrust Ingin Kembali ke Lantai Bursa
Ilustrasi situs Jtrust Bank - jtrustbank.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank JTrust Indonesia Tbk. berencana kembali melakukan pencatatan kembali saham di Bursa Efek Indonesia (relisting) sekaligus melepas kembali sejumlah sahamnya kepada publik.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan baru saja menyelesaikan penilaian atas 100,00% saham Bank JTrust.

"Alasan dan latar belakang kegiatan tersebut adalah agar Bank JTrsust dapat (relisting) sekaligus melepas kembali sejumlah sahamnya kepada publik," kata Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan Andi Wijaya dalam keterbukaan informasi tersebut, Jumat (3/1/2019).

Adapun, menurut pendapat KJJP tersebut, nilai pasar wajar obyek penilaian adalah sebesar Rp5,51 triliun.

Berdasarkan catatan Bisnis, kondisi keuangan Bank JTrust mulai membaik sejak 2017. Namun, setelah melakukan konsolidasi keuangan membuat bank ini belum bisa banyak bergerak untuk ekspansi.

Perseroan eks Bank Century dan Bank Mutiara ini memiliki sejarah yang cukup panjang dalam melawan kredit bermasalah. Ketika pertama kali dipinang pada 2014 oleh J Trust Co. Ltd., perseroan rasio non-performing loan (NPL) gross perseroan masih 12%.

Kualitas kredit ini sempat membaik ke posisi 3,71% pada 2015, tetapi memburuk lagi pada tahun berikutnya menjadi 6,98%. Pada 2017, rasio NPL gross ini mampu diturunkan kembali oleh pengurusnya ke posisi 2,94%. Pada akhir tahun lalu dan paruh pertama tahun ini, rasio NPL gross masing-masing tercatat 4,26% dan 3,68%

Guna memulihkan  kondisi keuangan ini, Bank Jtrust terpaksa menelan obat pahit berupa beban pencadangan yang mahal setiap tahun, rata-rata Rp300 miliar per tahun pada 2014-2018.

Dengan beban yang besar tersebut, pendapatan bunga bersih perseroan terkoreksi sehingga pengaruh pada mencetak laba. Bahkan, perseroan harus rela mencatatkan rugi rata-rata Rp500 miliar per tahun sejak 5 tahun silam.

Bank yang tergolong sebagai bank umum kelompok usaha (BUKU) II ini sebenarnya menunjukkan pertahanan diri yang cukup kuat karena mampu menjaga capital adequacy ratio (CAR) di kisaran 14%. Hanya saja, rasio modal tersebut didukung sepenuhnya oleh suntikan modal baru dari investor Jepang, yang terkenal sangat setia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jtrust indonesia
Editor : Hendri T. Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top