Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPK: Pemasalahan Jiwasraya Gigantik dan Sistemik

Kasus ini sangat besar, kondisi sekarang ini situasinya mengharuskan kami mengambil kebijakan berhati-hati, bahkan ini gigantik dan berisiko sistemik.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  15:01 WIB
Karyawati melakukan swafoto di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Jumat (14/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Karyawati melakukan swafoto di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Jumat (14/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) disinyalir sangat besar, bahkan masuk kelas raksasa alias gigantik.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menyatakan pihaknya sangat berhati-hati dalam mengusut kasus dugaan korupsi di Jiwasraya.

"Kasus ini sangat besar, kondisi sekarang ini situasinya mengharuskan kami mengambil kebijakan berhati-hati, bahkan ini gigantik dan berisiko sistemik," ujarnya dalam konpers di Kantor BPK, Rabu (8/1/2020).

Dengan skala korupsi yang sangat besar tersebut, pihaknya akan mengungkapkan masalah, dan siapa yang bertanggungjawab atas potensi kerugian negara di BUMN tersebut.

Selain itu, akan dilakukan identifikasi kepada pelaku yang benar-benar diduga melakukan tindak pidana korupsi, untuk kemudian akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.

BPK juga menyatakan mendukung pemerintah untuk melakukan pemulihan di Jiwasraya, guna mengantisipasi supaya tidak terjadi dampak sistemik yang dikhawatirkan.

"Kami bersama aparat penegak hukum terkait, mendukung pemerintah untuk melakukan pemulihan di Jiwasraya ini," ujarnya.

Adapun Kejagung telah melakukan penggeladahan terhadap 13 obyek yang dicurigai terkait dengan perkara tipikor Jiwasraya, dan menemukan ada 5.000 transaksi keuangan untuk diperiksa lebih lanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpk jiwasraya
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top