Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manulife Perkuat Layanan Digital, Bakal Dongkrak Penjualan

Manulife Indonesia membuka 2020 dengan memperkuat layanan digital.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  19:28 WIB
General Manager Agency PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia John Curtis (dari kiri), Presiden Direktur & CEO Ryan Charland, Direktur & Chief Operating Officer Hans de Waal, Head of Center of Excellence Oke Pitrajayakusuma, dan Chief Agency Officer Jeffrey Kie berbincang usai meluncurkan produk layanan nasabah ePOS, di Jakarta, Kamis (9/1/2020). - Bisnis/Nurul Hidayat
General Manager Agency PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia John Curtis (dari kiri), Presiden Direktur & CEO Ryan Charland, Direktur & Chief Operating Officer Hans de Waal, Head of Center of Excellence Oke Pitrajayakusuma, dan Chief Agency Officer Jeffrey Kie berbincang usai meluncurkan produk layanan nasabah ePOS, di Jakarta, Kamis (9/1/2020). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) membuka 2020 dengan memperkuat layanan digital, menghadirkan tiga layanan untuk memberi kemudahan bagi nasabah dan tenaga pemasaran.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland yakin penguatan di layanan bisnis digital itu akan meningkatkan kinerja perusahaan termasuk dalam meningkatkan penjualan produk asuransi Manulife Indonesia.

“Inovasi di teknologi digital ini termasuk saluran baru pembayaran premi, mengubah tampilan notifikasi surat koresponden kepada para nasabah, termasuk melengkapi tenaga pemasar dengan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan respons yang cepat, tepat, dan real-time,” ujarnya saat peluncuran aplikasi di sela-sela kegiatan Agent Manulife - Kick Off 2020 di Jakarta pada Kamis (9/1/2020).

Dia mengaku bergembira memasuki usia 35 tahun Manulife di Indonesia, bisa menghadirkan tiga layanan yang baik untuk nasabah dan tenaga pemasar. Tiga layanan itu adalah online payment, e-POS, dan MiLearn. Online Payment atau pembayaran daring diperuntukkan untuk memudahkan para nasabah. Melalui layanan ini, kata Charland, nasabah cukup klik dengan ujung jari pada link yang tersedia dan melakukan pembayaran.

“Ini memberikan kemudahan buat nasabah dalam melakukan pembayaran premi sehingga memastikan proteksi mereka tetap berlangsung. Online payment ini melengkapi metode pembayaran yang tersedia di Manulife Indonesia seperti kartu kredit, transfer, ataupun autodebit,” kata Charland.

Selain itu, tambahnya, Manulife Indonesia juga meluncurkan dua aplikasi untuk mendukung kinerja tenaga pemasar yakni ePOS dan MiLearn.

Lewat aplikasi ePOS, agen dapat sepenuhnya submit bisnis-bisnis baru secara digital. Semua dokumen persyaratan pembukaan polis, termasuk tanda tangan calon nasabah, semuanya dilakukan via gadget, tanpa mengisi secara manual di formulir kertas. Selain mempercepat waktu proses pembuatan polis dari berhari-hari menjadi cukup beberapa menit saja, aplikasi ini juga mengurangi penggunaan kertas.

Manulife Indonesia juga menghadirkan aplikasi MiLearn atau aplikasi untuk pelatihan digital. MiLearn berguna untuk tenaga pemasar baik agen maupun financial specialist.

Berdasarkan survei Google Indonesia pada 2018 terungkap bahwa saat ini terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk online.

Pengaruh keterlibatan online terhadap keputusan pembelian yang mereka buat juga meningkat. Dalam survei itu terungkap, sebanyak 68% dari mereka yang bergantung pada smartphone saat mencari informasi terkait pembelian, akan memutuskan untuk membeli.

“Perubahan pola masyarakat itu secara tidak langsung juga memicu Manulife Indonesia untuk terus meningkatkan layanan,” kata Ryan Charland.

Dia meyakini penguatan pada layanan digital akan meningkatkan penjualan pada tahun ini. “Kami yakin akan meraih pertumbuhan yang signifikan pada 2020.”

Ryan Charland enggan memerinci berapa target yang akan diraih, tapi dia meyakini kondisi Indonesia akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Tahun lalu adalah tahun politik, sehingga memengaruhi daya beli masyarakat. “Target kami tiap tahun naik dan kami yakin tahun ini lebih bagus.”

Sementara itu, Director and Chief Operating Officer Manulife Indonesia Hans De Waal mengatakan Manulife Indonesia tidak hanya ingin fokus pada penjualan produk proteksi, tetapi terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Manulife Indonesia kini memiliki 2,5 juta nasabah dan 7.000 agen di seluruh Indonesia.

Menurut Hans, keberpihakan pada nasabah juga sudah diperkuat dengan mengubah budaya kerja Manulife Indonesia dengan program Kaizen akhir pekan lalu.

Lewat program itu, para karyawan bekerja lebih efektif, efisien, dan produktif. Hingga saat ini, program itu telah menunjukkan sejumlah hasil, seperti proses klaim berjalan lebih mudah dan lebih cepat, bahkan proses tersebut berjalan sekitar 3-6 hari setelah dokumen nasabah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Penerapan program Kaizen tetap akan berlanjut di tahun ini mengingat hasil yang berdampak positif bagi perusahaan, karyawan maupun nasabah.

Menurut dia sebagaimana keterangan pers yang diterima Bisnis.com, bukti Manulife Indonesia fokus pada nasabah juga terlihat dari jumlah klaim yang dibayar.

Berdasarkan data per November 2019 lalu, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun (unaudited) atau setara dengan Rp15 miliar per hari atau Rp608 juta per jam kepada nasabah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manulife indonesia asuransi jiwa
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top