Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyebaran Corona, Asuransi Umum Utamakan Ketersediaan Uang Kas!

Dalam tekanan perekonomian akibat virus corona atu Covid-19 saat ini maka perusahaana asuransi umum harus menjaga arus kas untuk kelancaran bisnis.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  19:11 WIB
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai kunci kekuatan arus kas operasional menjadi penentu kalangsungan bisnis asuransi umum.

Ketua Umum AAUI Hastanto Sri Margi (HSM) Widodo menjelaskan tekanan perekonomian akibat penyebaran virus corona akan berdampak pada asuransi umum. Nasabah akan melakukan penyesuaian model bisnis untuk melewati masa perekonomian yang sedang sulit.

"Yang perlu kita khawatirkan adalah kekuatan operating cash flow selama masa cash crunch ini. Memastikan agar tersedianya cukup cash untuk menutup kewajiban operasional selama waktu sulit ini," ujar Widodo kepada Bisnis, Kamis (19/3/2020).

Dalam kondisi seperti saat ini, seluruh perusahaan asuransi secara otomatis akan masuk ke dalam mode Business Continuity Plan (BCP), sesuai hasil kajian mendalam masing-masing. Meski begitu industri asuransi harus menjaga ritme bisnis untuk menjaga kualitas. Kekuatan arus kas operasional perusahaan dinilai sebagai hal yang harus dijaga.

Sebelumnya, Dewan Asuransi Indonesia atau DAI menghimbau perusahaan-perusahaan asuransi yang menjadi anggotanya untuk menyiapkan Business Continuing Plan atau BCP sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.

Berdasarkan surat edaran DAI Nomor 77/DAI/2020, Senin (16/3/2020), perusahaan-perusahaan asuransi diimbau untuk turut mengantisipasi penyebaran Covid-19. Hal tersebut menindaklanjuti himbauan Presiden Joko Widodo dan Pemerintah DKI Jakarta agar para pekerja melakukan pekerjaannya di rumah atau work from home (WFH).

Widodo yang juga Ketua DAI menjelaskan terdapat beberapa poin BCP yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan asuransi seperti melakukan identifikasi kegiatan atau proses bisnis dengan menghentikan sementara kegiatan usaha dengan berbagai kategori.

Terdapat tiga kondisi yang harus dirumuskan perusahaan, seperti menghentikan seluruh kegiatan usaha, mengurangi sebagian kegiatan usaha, atau tidak dapat menghentikan kegiatan usaha karena kepentingan langsung yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan, kebutuhan bahan-bahan pokok, dan bahan bakar minyak (BBM).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi umum Virus Corona
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top