Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kondisi Luar Biasa, Multifinance Bersiap Hadapi Badai Kredit Macet

Wabah corona atau Covid-19 membuat tekanan ekonomi yang berdampak pada kepatuhan nasabah membayar cicilan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  18:54 WIB
Nasabah sedang memilih unit kendaraan yang diminati di salah satu pusat penjualan mobil bekas. Kredit kendaraan merupakan pembiayaan terbesar perusahaan multifinance. - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan
Nasabah sedang memilih unit kendaraan yang diminati di salah satu pusat penjualan mobil bekas. Kredit kendaraan merupakan pembiayaan terbesar perusahaan multifinance. - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA-- Sejumlah perusahaan pembiayaan mulai mengantisipasi risiko peningkatan kredit macet atau non performing finance (NPF) dari tekanan ekonomi akibat penyebaran virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim menjelaskan situasi saat ini dinilai masuk dalam kategori kondisi luar biasa.

"Kalaupun NPF naik itu harus kami hadapi. Kalau kondisi kembali normal kami yakin pasti bisa diturunkan lagi," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (19/3/2020).

Roni menyebut hingga akhir 2019 lalu non performing finance BCA Finance mencapai 1,4 persen. Perusahaan menargetkan kredit macet ini bisa bertahan di posisi yang sama. Perusahaan akan mencarikan solusi bersama karena keterlambatan bayar oleh nasabah ke depan diyakini bukan dikarenakan kesengajaan oleh para nasabah, tapi disebabkan hal lain.

Sementara itu Direktur Utama Buana Finance Yannuar Alin menjelaskan di tengah imbauan pemerintah untuk melakukan kerja dari rumah (work from home/WFH), tidak semua lini bisnis perusahaan dapat melakukan. Menjaga kualitas kredit, perseroan tetap fokus melakukan penagihan.

"Hal ini pasti berdampak [kualitas kredit], Buana Finance sampai saat ini bagian collection [penagihan] belum diberlakukan WFH untuk mengantisipasi terjadinya kredit macet," ujarnya kepada Bisnis.

Dia juga menyebutkan bila ada kebijakan terkait dari OJK berupa relaksasi kolektabilitas, pihaknya akan mempertimbangkan hal tersebut untuk dijalankan.

Sampai akhir 2019 lalu, posisi NPF Buana Finance berada di angka 2,4 persen, dan tahun ini diharapkan dapat membaik yaitu turun ke posisi 2,2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buana finance bca finance
Editor : Anggara Pernando
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top