Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sikapi Pandemi Corona, Ini Langkah Fintech P2P Lending

Beberapa perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending mulai mengatur strategi penyesuaian atas kondisi saat ini akibat pandemi virus Corona penyebab Covid-19.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  21:45 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending mulai mengatur strategi penyesuaian atas kondisi saat ini akibat pandemi virus Corona penyebab Covid-19.

Salah satu perusahaan P2P lending, yakni Modalku, mulai melakukan penyesuaian terhadap batas jumlah (limit) dan jangka waktu pinjaman (tenor).

Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan perusahaan yang telah menyalurkan total pinjaman mencapai 13 triliun pada Maret 2020 tersebut menyesuaikan angka limit dan tenor pinjaman dengan jenis pinjaman serta profil bisnis masing-masing UMKM.

"Untuk penyesuaian ini akan dilakukan kasus per kasus," ujarnya Reynold kepada Bisnis, Selasa (31/3/2020).

Modalku, lanjut Reynold, juga akan memaksimalkan kolaborasi dengan platform dagang-el yang sebagian besar penjualnya masuk ke dalam segmen mikro. Mereka dinilai berpotensi mengalami pertumbuhan dari segi transaksi karena adanya imbauan untuk melakukan social distancing dari pemerintah.

Modalku juga melakukan proses seleksi yang lebih komprehensif terhadap calon peminjam maupun UMKM existing.

Beberapa industri seperti food and beverage, travel, perdagangan lintas negara, dan industri jasa yang bergantung pada tenaga kerja dari negara-negara terdampak di Asia Tenggara akan mendapat perhatian lebih ketika melakukan pengajuan pinjaman.

Di tengah pandemi Covid-19, strategi juga disiapkan perusahaan P2P lending lainnya, yakni Akseleran. Perusahaan berencana terus mengembangkan pinjaman secara daring melalui mitra-mitra platfom daring, termasuk platform dagang-el seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Chief Executive Officer Akseleran Ivan Tambunan mengatakan pengembangan juga akan dilakukan di platform digital lain, seperti e-payment, payment gateway, accounting Software as a Service (SaaS), tax SaaS, dan platform logistik.

"Pinjaman online yang lebih kecil-kecil ini akan sangat efisien karena prosesnya full online dan assesment-nya menggunakan transaksional data di platform rekanan," ujar Ivan kepada Bisnis.

Akseleran, sambungnya, juga berencana meluncurkan fitur peminjaman daring pada semester 2 tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech P2P lending
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top