Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terdampak Covid-19, Bank Daerah Selektif Restrukturisasi Kredit Bermasalah

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) memperkirakan restrukturisasi kredit para debitur yang terdampak pandemi Covid-19 tahun ini tidak akan melewati 10 persen dari total kredit bank daerah.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 28 April 2020  |  14:54 WIB
Logo Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) - Istimewa
Logo Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) memperkirakan restrukturisasi kredit para debitur yang terdampak pandemi Covid-19 tahun ini tidak akan melewati 10 persen dari total kredit yang disalurkan bank daerah.

Ketua Asosiasi Pembangunan Daerah (Asbanda) Supriyatno menyebutkan bank daerah akan tetap selektif dalam menentukan debitur-debitur yang berhak mendapatkan relaksasi kredit. Jika pandemi virus corona berlanjut lebih dari 3 bulan, kata dia, bank daerah tetap tidak akan sampai merestrukturisasi kredit lebih dari 10 persen.

“Saat ini ada potensi kredit terdampak sekitar 7 persen dari total kredit. Jika corona berlanjut sampai 3 atau 6 bulan, mungkin bisa naik, tetapi potensi kredit bermasalah sampai 10 persen atau bahkan 20 persen [dari total kredit ini] terlalu tinggi. Angka 4 persen sampai 5 persen masih make sense," katanya dalam Webinar LPPI bertajuk Dampak Covid-19 Terhadap Industri Keuangan di Indonesia, Selasa (28/4/2020).

Dia menjelaskan, saat ini sedikitnya ada 139.028 debitur yang terdampak pandemi akibat virus corona (Covid-19) dengan nilai kredit Rp35,94 triliun. Jumlah itu berkisar 7,8 persen dari nilai total kredit BPD per Januari yang berjumlah Rp457,95 triliun. 

Namun, lanjut Supriyatno, bank daerah akan mencoba menekan restrukturisasi hingga 3,5 persen dari total kredit. Pasalnya, banyak juga debitur yang mengajukan tidak terlalu terdampak virus corona dan bahkan cenderung hanya memanfaatkan situasi.

“Kami tentunya akan melihat itikad baik debitur. Kejujuran debitur tentu akan menjadi acuan utama kami dalam memberi relaksasi seperti anjuran OJK,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan covid-19
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top