Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bantu Pemulihan Sektor Riil, KSSK Godok Penambahan Kredit Modal Kerja

Rencana tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk kebijakan bersama antara Menteri Keuangan, Bank Indonesia, dan sektor riil.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  11:20 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor usaha akan mendapatkan ruang penambahan kredit modal kerja pasca Covid-19 sehingga dapat cepat pulih.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan rencana tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk kebijakan bersama antara Menteri Keuangan, Bank Indonesia, dan sektor riil.

Saat ini, kebijakan yang baru akan diberikan pada sektor usaha adalah subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) dan restrukturisasi kredit yang dinilai akan memberikan nafas lebih panjang.

"Agar sektor riil tidak terlalu berat menghadapi adanya dampak Covid-19, jadi cepat recover," katanya dalam Live Konferensi Pers KSSK, Senin (11/5/2020).

Menurutnya, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan hingga Maret 2020 masih menunjukkan peningkatan dengan didukung ketahanan perbankan, likuiditas, dan stabilitas pasar uang.

Kredit perbankan tumbuh sebesar 7,95 persen YoY, terutama berasal dari pertumbuhan kredit valas, diiringi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,54 persen secara tahunan.

Dari jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kenaikan kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing tumbuh sebesar 13,65 persen YoY dan 6,63 persen YoY.

"Hal ini tidak bisa dihindari adanya Covid-19 berpengaruh ke sektor riil dan transmisi ke sektor keuangan, tinggal bagaimana melakukan kebijakan untuk mitigasi hal ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK kredit modal kerja kssk
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top