Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank BCA (BBCA) Proyeksi Bakal Restrukturisasi Kredit 300.000 Debitur

Hingga pertengahan Mei 2020, BCA sedang memproses restrukturisasi kredit sekitar Rp65 triliun hingga Rp82,6 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 10% - 14% dari keseluruhan portofolio kredit, yang berasal dari sekitar 72.000 debitur atau 10% dari total debitur seluruh segmen.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  19:59 WIB
Karyawan melayani nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan melayani nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. memproyeksi adanya peningkatan jumlah restrukturisasi sebesar 20% hingga 30% dari total kredit yang berasal dari 250.000 hingga 300.000 debitur.

Adapun, hingga pertengahan Mei 2020, BCA sedang memproses restrukturisasi kredit sekitar Rp65 triliun hingga Rp82,6 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 10% - 14% dari keseluruhan portofolio kredit, yang berasal dari sekitar 72.000 debitur atau 10% dari total debitur seluruh segmen.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan dengan kebijakan restrukturisasi tersebut rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) BCA tidak akan mengalami peningkatan signifikan.

Meskipun berdasarkan laporan keuangan NPL BCA selama kuartal I/2020 tercatat meningkat menjadi 1,6% (gross) dari posisi kuaral I/2019 yang sebesar 1,47% (gross).

"Restrukturisasi tidak pengaruhi NPL tetapi pencadangan, dengan adannya peningkatan pencadangan artinya beban meningkat. Namun, PSAK 71 ada mengatur return earning, jadi ada pengaruh tetapi tidak besar [ke pencadangan]," katanya dalam paparan virtual, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya, perseroan saat ini lebih fokus pada nasabah eksisting dengan melakukan restrukturisasi kredit. Lantaran hal tersebut, BCA tidak akan mendorong penyaluran kredit konsumsi secara besar-besaran. Pasalnya, kredit baru masih berpotensi untuk meminta restrukturisasi.

"Apalagi buying power menurun, buat apa ambil kredit sekarang, besoknya minta restrukturisasi. Saat ini bukaan saat yang tepat untuk jor-joran dorong kredit konsumsi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca kredit restrukturisasi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top