Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resmi Berizin OJK, Ini Strategi Fintech Syariah Alami

PT Alami Fintek Sharia (Alami) ingin menghapus pandangan bahwa sistem keuangan syariah adalah kuno, model lama, dan kaku.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  19:20 WIB
Resmi Berizin OJK, Ini Strategi Fintech Syariah Alami
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Alami Fintek Sharia (Alami) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk bersaing di pasar pinjaman online yang sudah lebih dulu ada, dengan mengusung konsep fintech syariah.

CEO Alami Dima Djani menjelaskan pihaknya menyasar masyarakat yang gemar bertransaksi keuangan secara syariah, di tengah maraknya penggunaan sistem keuangan konvensional.

"Kami sebagai fintech syariah menyasar masyarakat yang gemar bertransaksi syariah dan juga sebagai alternatif fintech yang mudah dipakai," ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (2/6/2020).

Dia mengaku industri peer to peer lending atau P2P ini agak berbeda dinamika industri syariahnya dengan perbankan, di mana industri tekfin juga masih dapat dikatakan baru beroperasi di Tanah Air.

Namun, yang disoroti Alami yaitu pihaknya ingin menghapus momok bahwa sistem keuangan syariah itu adalah kuno, model lama, dan kaku.

"Itu yang ingin kami hilangkan. Kami sebagai tekfin yang comply dengan prinsip-prinsip keuangan syariah," ujarnya.

Adapun menurut Dima Djani, saat ini Alami fokus pada produk pendanaan di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), anjak piutang, pertanian dan peternakan, serta industri kesehatan.

Tahun ini Alami berencana akan melakukan ekspansi area operasional serta menyiapkan agenda untuk peluncuran aplikasi mobile di smartphone.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah fintech peer to peer lending
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top