Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Bank Jangkar, Begini Keinginan Bank MNC

Industri perbankan mulai melakukan restrukturisasi sejak awal kuartal pertama dan bank jangkar dinilai bakal membantu bank-bank dalam merealisasikan program ini.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  19:33 WIB
Presiden Direktur PT Bank MNC Internasional Tbk. Mahdan (tengah) berbincang dengan Komisaris Independen Jeny Gono (dari kiri), Presiden Komisaris Ponky N. Pudijanto, Direktur Hermawan dan Direktur Rita Montagna, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Presiden Direktur PT Bank MNC Internasional Tbk. Mahdan (tengah) berbincang dengan Komisaris Independen Jeny Gono (dari kiri), Presiden Komisaris Ponky N. Pudijanto, Direktur Hermawan dan Direktur Rita Montagna, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank MNC Internasional Tbk. berharap prinsip bank jangkar sebagai chanelling dalam penempatan dana pemerintah lebih dikedepankan.

Pasalnya, hal tersebut akan cepat membantu bank pelaksana melakukan restrukturisasi yang saat ini aktif membantu program pemerintah dalam mendukung pelaku UMKM di masa pandemi.

Presiden Direktur Bank MNC Mahdan Ibrahim mengatakan permintaan restrukturisasi masih terus berjalan dan diproses oleh pelaku industri perbankan.

Dalam mempercepat proses ini, diperlukan pula proses masuknya likuiditas dari bank jangkar dengan skema chanelling, bukan dengan business to business yang memerlukan waktu lebih panjang lantaran proses penilaian.

"Bagi saya, tentunya skema chanelling akan sangat membantu. Bagaimana pun kami membutuhkan kecepatan dalam membantu UMKM ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020).

Di luar itu, Mahdan cukup mengkhawatirkan pembahasan skema bank jangkar yang terlalu alot. Padahal pelaku industri perbankan sudah mulai melakukan restrukturisasi sejak awal kuartal pertama.

"Ini lama sekali, kita masih terus bicara bank jangkar tetapi bentuk aturan konkretnya belum keluar. Apapun itu, secara general, semua skemanya harus cepat dan sudah harus ada petunjuk teknisnya," ujarnya.

Meski demikian, Mahdan mengklaim kondisi perseroan masih sangat aman. Restrukturisasi tidak dilakukan secara masif, tetapi tetap dengan mendahulukan prinsip kehati-hatian.

Perseroan juga melihat track record bisnis debitur, sekaligus itikad baiknya dalam menyelesaikan kewajibannya.  "Semua aman. Likuiditas kami masih dalam posisi yang bagus baik itu LDR maupun LCR," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Jangkar bank mnc internasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top