Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Pembiayaan Syariah Investree Disalurkan ke Anjak Piutang

Produk syariah Investree paling banyak disalurkan kepada usaha kecil dan menengah yang menjadi supplier di sejumlah perusahaan pelat merah.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  20:29 WIB
Co Founder & CEO PT Investree Radhika Jaya Adrian Gunadi. - Bisnis/Dedi Gunawan
Co Founder & CEO PT Investree Radhika Jaya Adrian Gunadi. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA-- Platform peer to peer lending (P2P) Investree menyatakan saat ini sebagian besar dana pinjaman atau pembiayaan syariah yang disalurkan perseroan didominasi anjak piutang atau invoice financing.

VP Sales Regional Java Investree Shareang Kusuma Wardhana menjelaskan produk ini paling banyak disalurkan pihaknya kepada usaha kecil dan menengah yang menjadi supplier di sejumlah perusahaan pelat merah.

"Saat ini 74 persen pembiayaan kami di invoice financing atau anjak piutang yang kami talangi dulu pembayaran utang pemerintah atau BUMN kepada UKM yang mengajukan pendanaan," ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (9/6/2020).

Dia menjelaskan saat ini Investree hanya menyalurkan pinjaman kepada UKM yang menjadi vendor di BUMN, BUMD serta perusahaan swasta terbuka, sebagai upaya mitigasi risiko pendanaan menjadi macet atau gagal bayar.

Untuk produk ini, pihaknya dapat menyalurkan pinjaman hingga maksimal 80 persen nilai invoice atau maksimal sampai Rp2 miliar, serta dengan jangka waktu sampai 6 bulan.

Sektor kedua terbesar yang mendapatkan pendanaan Investree Syariah yakni modal kerja produktif dengan porsi sekitar 13 persen.

Pinjaman ini dapat bersifat reguler loan, contract based financing, atau merchant cash advance. Nominal pinjaman dapat mencapai maksimal 80 persen kontrak, dengan nilai maksimal Rp2 miliar. Jangka waktu pinjaman maksimal bisa sampai 24 bulan.

Selanjutnya adalah pembiayaan penjualan atau reseller dengan porsi sebesar 6 persen portofolio, yakni pinjaman untuk pembelian barang oleh distributor atau rantai pasokan.

Pinjaman dapat mencapai 100 persen nilai pesanan pembelian, dengan nilai maksimal Rp2 miliar, dan jangka waktu selama maksimal 12 bulan.

Sisa portofolio terdiri dari produk obligasi pemerintah mencapai 6 persen, serta pembiayaan toko online sebesar 1 persen.

Adapun Investree telah menyalurkan fasilitas pinjaman senilai total Rp5,82 triliun sejak berdiri, dimana Rp4,20 triliun telah tersalurkan, dan Rp3,58 triliun telah lunas dibayarkan. Saat ini angka tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB90) Investree berada di posisi 99,71 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah fintech Investree
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top