Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Debitur Ritel Lambat Bayar Kredit, Begini Dampaknya Ke Bank Mandiri

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan keterlambatan yang masuk dalam status kolektibilitas 2 atau dalam perhatian khusus tersebut merupakan imbas pandemi Covid-19.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  10:08 WIB
Aktivitas layanan perbankan di Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Aktivitas layanan perbankan di Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Keterlambatan pembayaran kredit melebihi tanggal jatuh tempo pada debitur segmen ritel mengakibatkan risiko kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengalami peningkatan.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan keterlambatan yang masuk dalam status kolektibilitas 2 atau dalam perhatian khusus tersebut merupakan imbas pandemi Covid-19. Segmen ritel mulai merasakan dampak pandemi Covid-19, tetapi hingga saat ini kreditnya belum direstrukturisasi.

Pada akhir Maret 2020, risiko kredit atau loan at risk (LaR) Bank Mandiri adalah sebesar 11,08% dengan nominal Rp87,1 triliun. Rasio ini meningkat dari posisi Maret 2019 yang mencapai Rp69,7 triliun dengan rasio LaR 10,19%.

"Peningkatan LaR ini terjadi karena adanya keterlambatan pembayaran (kolektibilitas 2) debitur segment retail," katanya kepada Bisnis, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, saat ini, fokus Bank Mandiri memang tidak mengejar pertumbuhan kredit di masa pandemi tetapi akan lebih kepada menjaga kualitas aset dengan fokus pada kredit yang direstrukturisasi  akibat dampak covid-19.  

Di samping itu Bank Mandiri membangun cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebagai antisipasi adanya penurunan kualitas kredit dengan tetap mempertahankan profitabilitas Bank.

"Harapannya, hal ini dapat mengurangi dampak dari penurunan kualitas aset di masa depan," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit bank mandiri
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top