Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perbanas Beri Dukungan OJK Datangkan Investor Besar. Terkait Bukopin Kah?

Kartika Wirjoatmodjo, Ketua Umum Perbanas menyebutkan setiap bank selalu berupaya menjaga kecukupan modalnya di atas ambang batas yang telah ditentukan. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama demi menjaga stabilitas sistem keuangan. 
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  09:45 WIB
Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo. - JIBI/Abdullah Azzam
Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memastikan kondisi industri perbankan masih prima meski ada tantangan ekonomi dari pandemi virus corona.

Kartika Wirjoatmodjo, Ketua Umum Perbanas menyebutkan setiap bank selalu berupaya menjaga kecukupan modalnya di atas ambang batas yang telah ditentukan. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama demi menjaga stabilitas sistem keuangan. 

“Dapat kami sampaikan, berbagai indikator menunjukkan kondisi industri perbankan saat  ini  sangat baik dan kuat. Namun, Industri perbankan memang menghadapi situasi yang sangat menantang,” katanya dalam siaran pers Perbanas, Rabu (1/7/2020).

Mengutip data Statistik Perbankan Indonesia, dia memaparkan Rasio  kecukupan modal (Capital  Adequacy Ratio/CAR) perbankan April 2020  di level 22,03% dan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap  rendah yakni 2,89% (bruto) dan 1,13% (neto).

“Rasio CAR  perbankan pada  April  2020 memang lebih rendah dibanding posisi akhir 2019, tapi CAR di angka 22% menunjukkan kondisi yang baik,” kata dia.   

Sementara itu, rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/DPK (AL/DPK)  per  April 2020 terpantau baik pada level 117,8% dan 25,14%, jauh di atas ambang batas masing-masing sebesar 50% dan 10%. 

Dia menyebutkan Perbanas pun sangat menghargai upaya dan kerja keras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat industri perbankan nasional dengan mendorong investor investor besar yang mampu memastikan keberlangsungan bank-bank di Indonesia. 

“Perbanas melihat regulator dan pemerintah telah berupaya mengatasi berbagai permasalahan ini dengan melakukan serangkaian relaksasi dan menempuh sejumlah kebijakan yang diperlukan,” ujar Kartika.

Sebelumnya diberitakan salah satu bank swasta nasional skala menengah yakni PT Bank Bukopin Tbk. tengah bersiap untuk melakukan penambahan modal.  

PT Bank Bukopin Tbk. segera merealisasikan penawaran umum terbatas kelima (PUT V) melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham.

Kedua pemegang saham utama Bukopin, Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank, menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan HMETD pada PUT V.

Kookmin Bank yang merupakan grup perbankan asal Korea Selatan, sesuai dengan rencananya untuk menjadi pemegang saham pengendali, menyatakan kesiapan menjadi pembeli siaga untuk menyerap seluruh HMETD yang tidak dieksekusi pemegang saham lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan perbanas
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top