Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Kasus Jiwasraya, Erick Thohir Bakal Konsolidasi Dana Pensiun BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir meminta dana pensiun BUMN untuk tidak menempatkan dana ke aset berisiko tinggi. Saat ini, konsolidasi dana pensiun BUMN tengah digodok. Selain untuk menghindari kesalahan pengelolaan, dana yang dihimpun bisa digunakan sebagai sumber pendanaan untuk proyek infrastruktur.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  22:49 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana melakukan konsolidasi pada dana pensiun miliki perusahaan pelat merah. Hal ini dilakukan sebagai penerapan asas kehati-hatian dan belajar dari kasus yang menimpa pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pengelolaan dana pensiun harus menghindari iming-iming imbal hasil tinggi. Sebagaimana diketahui, imbal hasil tinggi juga mencerminkan risiko besar. 

Erick mengatakan pengelolaan dana pensiun semestinya ditempatkan pada instrumen dengan risiko rendah. Sebagai konsekuensinya, imbal hasil yang diterima juga akan rendah. Dia mencontohkan, instrumen semacam itu adalah deposito dan surat utang negara (SUN).

“Saya tidak mau kejadian Jiwasraya terjadi di dana pensiun BUMN, kita sedang coba konsolidasi dapen BUMN, bahwa kita coba konsolidasikan, tapi legal hukumnya masih kami pelajari,” katanya, Kamis (2/7/2020).

Menurut Erick, proses konsolidasi dapen tidak akan mudah karena mayoritas berada di bawah sebuah yayasan. Namun, berdasarkan pembicaraan sejauh ini, dia mengklaim sejumlah dapen BUMN menyambut ide tersebut dengan positif.

Di sisi lain, konsolidasi dana pensiun akan cukup membantu BUMN karya agar terlepas dari risiko mismatch pendanaan untuk kebutuhan investasi proyek. Risiko tersebut menjerat BUMN karya karena mengandalkan pinjaman perbankan untuk mengerjakan proyek greenfield, proyek yang baru mendatangkan titik impas dalam jangka panjang.

“Inilah kenapa Direksi BUMN Karya kemarin dilakukan penyegaran, karena saya mau memastikan usaha mereka tetap jalan, infrastruktur juga jalan. Tapi source pinjaman harus dibedakan. Kenapa harus Himbara lagi?” katanya.

Menurutnya, apabila dapen BUMN dapat dikonsolidasikan, dana tersebut dapat mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur di dalam negeri. Hal ini juga diharapkan membuat pengelolaan dapen BUMN lebih transparan dan akuntabel.

“Bahwa nanti pensiunan jangan dibohongi, pengelola dapen juga dapat bonus, tapi investasinya juga yang bagus. Kan tidak perlu cepat-cepat return-nya,” katanya.

Dia menyatakan upaya konsolidasi dapen BUMN ini akan dilakukan secara bertahap. Pada konsolidasi pertama, dia memperkirakan baru dapat mengkonsolidasikan tiga sampai empat dapen BUMN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya erick thohir
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top