Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Merger Bank BUMN Syariah, Bank Mandiri (BSM) Tunggu Arahan Pemerintah

Bank Syariah Mandiri menyambut positif wacana merger bank-bank syariah anak usaha pelat merah yang dilontarkan oleh Menteri BUMN.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  12:14 WIB
Karyawan melayani nasabah saat transaksi di Kantor Cabang Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan melayani nasabah saat transaksi di Kantor Cabang Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait rencana merger yang rencananya akan dilakukan pada Februari 2021.

Corporate Secretary Mandiri Syariah Ahmad Reza mengatakan rencana merger perbankan syariah milik himpunan bank negara pada Februari 2021 baru saja disampaikan pemerintah. Rencana tersebut dinilai sudah berdasarkan kajian meskipun pihaknya masoh menunggu arahan lebih lanjut.

Reza memastikan rencana merger tersebut tidak akan membuat perubahan pada layanan nasabah. Mandiri Syariah akan tetap memberikan layanan optimal pada nasabah dan terus meningkatkan kinerja perusahaan.

"Wacana ini baru disampaikan pemerintah sudah tentu pemerintah memiliki kajian sebelumnya dan nasabah sudah tentu jadi perhatian utama setidaknya semakin mendapatkan akses jaringan yang makin merata, produk yang kompetitif dan semakin lengkap," katanya, Minggu (5/7/2020).

Menurutnya, konsolidasi, pembenahan, dan penguatan BUMN bukanlah hal baru dan memang menjadi program utama dari Kementerian BUMN saat ini. Dengan rencana merger dilakukan pada Februari 2021, dinilai masih cukup lama sehingga Mandiri Syariah akan tetap beroperasi seperti biasa hingga waktu tersebut.

Sebagai informasi hingga Kuartal I/2020, Mandiri Syariah saat ini memiliki total aset Rp114 Triliun dengan total ekuitas Rp9,61 triliun. Sebagai bank syariah modern, Mandiri Syariah juga melakuka penguatan digitalisasi dengan mencatatkan transaksi digital sejumlah 55 juta transaksi atau naik 29,15% dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/YoY).

Saat ini ada lebih dari 100 fitur di Mandiri Syariah Mobile diantaranya buka rekening online, transfer antar bank, pembayaran ke berbagai e-commerce, QRIS, tarik tunai tanpa kartu ATM, top up e-money dan uang eletronik termasuk LinkAja Syariah, dan pembayaran ziswaf hingga kurban.

“Sebagai anak usaha dari BUMN, kami percaya Pemerintah akan mengambil langkah terbaik untuk memperkuat BUMN demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, khususnya ekonomi syariah yang masih amat besar potensi pasarnya,” sebutnya.

Bank Syariah Mandiri, lanjutnya, menyambut positif wacana merger bank-bank syariah yang dilontarkan oleh Menteri BUMN. Sebagai anak perusahaan dari bank anggota Himbara, Mandiei Syariah akan senantiasa mengikuti pemegang saham.

“Kami menyambut positif rencana Menteri BUMN, dan Mandiri Syariah akan senantiasa mengikuti keputusan pemegang saham dalam hal ini adalah Bank Mandiri. Itu rencana yang baik untuk peningkatan kinerja bank syariah dan kemaslahatan umat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah BUMN merger bank syariah mandiri
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top