Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penggabungan Dana Pensiun, Ini Tujuan Kementerian BUMN

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian terkait penggabungan entitas-entitas dana pensiun (dapen) pelat merah. Wacana itu pertama kali disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pekan lalu.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  16:21 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menilai perlu terdapat keseragaman metode pengelolaan investasi dari entitas-entitas dana pensiun pelat merah agar menghasilkan imbal hasil yang lebih optimal.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian terkait penggabungan entitas-entitas dana pensiun (dapen) pelat merah. Wacana itu pertama kali disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pekan lalu.

Arya menjelaskan bahwa penggabungan dapen-dapen BUMN bertujuan agar terdapat perbaikan pengelolaan investasi secara keseluruhan. Pengelolaan yang baik menurutnya dapat memberikan nilai tambah bagi para pensiunan BUMN.

"Kami melihat perlunya keseragaman dan profesionalitas dalam metode pengelolaan investasi. Saat ini masing-masing dapen memiliki kebijakan dan toleransi risikonya masing-masing," ujar Arya kepada Bisnis, Senin (6/7/2020).

Dia menjabarkan bahwa saat ini terdapat dapen yang mengelola investasinya dengan baik sehingga portofolionya tumbuh dan berkembang. Namun, menurut Arya, terdapat pula dapen yang masih perlu meningkatkan metode manajemen risikonya.

Kementerian BUMN menilai bahwa konsolidasi tersebut dapat meningkatkan profesionalitas pengelolaan investasi. Alhasil, secara keseluruhan, dapen BUMN dapat melakukan pengembangan imbal hasil yang baik dan optimal.

Menurut Erick, rencana penggabungan dapen-dapen BUMN bertujuan untuk memastikan penerapan asas kehati-hatian. Pihaknya berkaca dari kasus kegagalan investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), sehingga hal serupa dicegah agar tidak terjadi di dapen.

Pendiri Mahaka Group itu menilai bahwa pengelolaan dana pensiun harus menghindari iming-iming imbal hasil tinggi yang disertai risiko besar. Menurutnya, pengelolaan dana pensiun semestinya ditempatkan pada instrumen dengan risiko rendah.

“Saya tidak mau kejadian Jiwasraya terjadi di dana pensiun BUMN, kita sedang coba konsolidasi dapen BUMN, bahwa kita coba konsolidasikan, tapi legal hukumnya masih kami pelajari,” ujar Erick pada pekan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN dana pensiun erick thohir dapen
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top