Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fokus Layanan Digital, Bank Jago Optimalkan Permodalan

Dia mengatakan kondisi permodalan perseroan saat ini sangat baik. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat 116 persen per Maret 2020.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  19:57 WIB
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. akan mengoptimalkan permodalan yang dimiliki untuk mengembangkan layanan bank berbasis digital.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar menyampaikan perseroan tidak memiliki kendala pendanaan dalam mengembangkan layanan bank berbasis teknologi. Meski diakui investasi untuk mengembangkan digital banking secara persentase cukup besar.

Dia mengatakan kondisi permodalan perseroan saat ini sangat baik. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat 116 persen per Maret 2020.

Perseroan akan mengoptimalkan dana hasil rights issue yang selesai pada April 2020 senilai Rp1,34 triliun untuk pengembangan layanan digital. Untuk itu, dalam waktu dekat perseroan tidak akan menggali pendanaan baru seperti penerbitan obligasi.

"Kami akan memanfaatkan permodalan yang sudah didapat pada bulan April kemarin untuk pendanaan di semester kedua ini," katanya dalam public expose insidentil, Kamis (9/7/2020).

Lebih lanjut, manajemen mengatakan tidak ada rencana tender offer usai rights issue yang selesai April kemarin.

"Saya rasa kami tidak ada rencana tender offer," imbuhnya.

Selain itu, dengan tambahan modal hasil rights issue, Bank Jago naik peringkat ke BUKU II dengan ekuitas senilai Rp1,3 triliun dan aset senilai Rp1,8 triliun per April 2020. Per Maret 2020, loan to deposit ratio (LDR) sebesar 58 persen dan non-performing loan (NPL) 2,09 persen.

"Saat ini kami tengah merampungkan bisnis model dan menyempurnakan aplikasi yang akan kami luncurkan sebelum kuartal IV/2020. Seiring berjalannya bisnis model Bank Jago, indikator kinerja perseroan saat ini tentunya nanti akan ikut berubah," kata Kharim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan Digital Banking bank jago
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top