Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran Kredit BPR Diproyeksi Masih Positif hingga Akhir Tahun

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit bank perkreditan rakyat Rp111,40 triliun naik 8,11 persen secara tahunan.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  22:15 WIB
Karyawan salah satu BPR - Istimewa
Karyawan salah satu BPR - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Kinerja fungsi intermediasi bank perkreditan rakyat (BPR) diperkirakan masih dapat positif pada tahun ini meski melambat.

Pandemi virus corona diakui memberi tekanan pada penyaluran kredit, tetapi masih banyak industri segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan pembiayaan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit bank perkreditan rakyat Rp111,40 triliun naik 8,11 persen secara tahunan.

Meski masih tinggi dibandingkan dengan industri perbankan secara keseluruhan, fungsi intermediasi ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tahun lalu yang masih berada di atas 10 persen.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Djoko Suyanto cukup yakin kinerja bank wong cilik ini masih mampu tumbuh positif.

"Pasti akan tetap positif. Bahkan sampai semester pertama juga masih psositif dan akan bertahan hingga akhir tahun," katanya kepada Bisnis, Kamis (9/7/2020).

Dia menyebutkan BPR pada paruh pertama tahun ini cukup fokus pada restrukturisasi kredit. Namun, BPR telah mendapat keringanan karena otoritas pengawas memberi relaksasi aturan restrukturisasi.

Selain itu, OJK pun memberi relaksasi lanjutan berupa pelonggaran aturan perhitungan batas maksimum penyaluran dana (BMPD), penghentian penilaian aset yang diambil alih (AYDA), sekaligus efisiensi beban pendidikan karyawan.

"Dari sisi ini, BPR mendapat keringanan untuk dapat terus melanjutkan bisnisnya, sehingga debitur potensial pun masih memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelanjutan bisnisnya," katanya.

Di samping itu, dia menyebutkan pengelolaan kepercayaan masyarakat dari OJK dan otoritas terkait selama masa pandemi juga cukup baik

Hal ini juga berdampak baik bagi BPR untuk terus menjaga dana serta tak terdampak pada kondisi likuiditas kritis.

Adapun, PT Bank Perkreditan Rakyat Palu Lokadana Utama masih optimistis pertumbuhan kredit pada tahun ini masih di atas dua digit.

Direktur Utama BPR Palu Lokadana Utama Ali Bahadjai menyebutkan perseroan daerah operasional perseroan cukup aman dari pandemi virus corona.

"Kalau pun ada saat ini sudah sembuh, sehingga bisnis dan target-target kami masih berjalan seperti biasa," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bpr perbarindo
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top