Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pegadaian Fokus Kembangkan Digital dan Literasi ke Masyarakat

Berdasarkan statistik resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2020, realisasi penyaluran pembiayaan/pinjaman yang diberikan Pegadaian mencapai Rp53,06 triliun.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  18:41 WIB
Petugas melayani nasabah di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas melayani nasabah di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) menjelaskan di balik peningkatkan kinerja selama pandemi Covid-19, masih terdapat beberapa masalah minor yang perlu perhatian lebih.

Hal ini diungkap Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Pegadaian Basuki Tri Andayani ketika dikonfirmasi Bisnis, Jumat (24/7/2020).

"Secara umum, jumlah nasabah mengalami peningkatan. Pergerakan kenaikan yang paling bagus ada di transaksi tabungan emas karena masyarakat makin paham kalau di kondisi sekarang itu menabung emas itu penting. Sementara gadai masih berjalan baik," jelasnya.

Berdasarkan statistik resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2020, realisasi penyaluran pembiayaan/pinjaman yang diberikan Pegadaian mencapai Rp53,06 triliun. Nilai pada Mei 2020 ini tercatat tumbuh 20,8 persen (year-on-year/yoy) daripada Mei 2019 dengan nilai Rp43,9 triliun.


Selain itu, tren penyaluran ini pun tercatat stabil sejak awal tahun atau pada Januari 2020 sebesar Rp50,68 triliun dan sedikit naik pada Februari 2020 sebesar Rp52,68 triliun.

Disusul Maret 2020 di mana terdapat awal kasus Covid-19, penyaluran tetap naik secara bulanan, mencapai Rp53,58 triliun dan stabil di angka tersebut pada April 2020 senilai Rp53,83 triliun.

Namun demikian, Basuki menjelaskan bahwa transaksi lelang yang notabene membutuhkan aktivitas fisik, masih belum bisa bangkit.

Hal ini terutama karena masyarakat masih banyak yang menghindari aktivitas ke luar rumah dan masih berlakunya pembatasan fisik secara ketat di beberapa wilayah terdampak Covid-19.

"Selain itu kami kan juga memberikan kelonggaran. Apabila sebelumnya tanggal lelang itu 15 hari setelah jatuh tempo, sekarang jadi satu bulan. Jadi transaksinya jelas belum pulih," ungkapnya.


Hal ini ditambah maraknya lelang online ilegal yang mengatasnamakan Pegadaian. Basuki pun mengingatkan agar masyarakat lebih aware dan mengonfirmasi setiap kegiatan yang berhubungan dengan Pegadaian.

"Karena brand Pegadaian yang dipercaya, jangan lantas membuat masyarakat dengan nama 'Pegadaian' langsung percaya saja. Karena oknum itu menggunakan foto-foto kami, atau mengatasnamakan karyawan kami. Padahal kami sudah menegaskan kalau tidak ada lelang online," tegasnya.

Oleh sebab itu, pada semester II/2020, Pegadaian akan fokus terhadap mempertahankan nama baik perusahaan dan literasi masyarakat terkait pegadaian di dunia digital, serta meningkatkan efisiensi seluruh transaksi.

Inilah kenapa Pegadaian Digital juga akan jadi pengembangan utama di tahun ini. Hal ini demi semakin memudahkan seluruh transaksi nasabah tanpa harus melakukan interaksi fisik di outlet Pegadaian.

Harapannya, aplikasi ini mampu memudahkan seluruh transaksi, sehingga kinerja Pegadaian masih bisa mencatatkan hasil positif, serta membuktikan perusahaan mampu adaptif di tengah kondisi kenormalan baru akibat pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadai emas pegadaian gadai
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top