Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restrukturisasi Melandai, BRI Mulai Ekspansi Kredit Lagi

Walaupun sudah mulai ekspansi kembali, kondisi pandemi mengubah strategi dan target penyaluran kredit BRI pada tahun ini.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  14:53 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menjadi salah satu bank dengan realisasi restrukturisasi kredit paling tinggi hingga Juni 2020. Namun, indikasi perbaikan di sektor riil mulai tampak dari penurunan permintaan restrukturisasi secara bertahap.

Sekretaris Perusahaan BRI Aman Sukriyanto memaparkan sejak 16 Maret hingga 6 Juli 2020, perseroan telah merestrukturisasi kredit senilai Rp177,3 triliun kepada 2,88 juta debitur yang terdampak Covid-19.

“Kami tentu berharap upaya-upaya penyelamatan UMKM [Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah] yang dilakukan BRI dapat berhasil dengan baik sehingga tidak menjadi NPL [non-performing loan],” katanya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Meski nilai restrukturisasi kredit secara kumulatif cukup tinggi, dia menyatakan mulai adanya indikasi perbaikan aktivitas ekonomi di sentra-sentra UMKM. Hal ini terlihat dari restrukturisasi kredit yang mulai melambat pada Juni.

Dia memaparkan hal ini terlihat dari fokus aktivitas tenaga pemasar mikro BRI yang pada April dan Mei berfokus pada restrukturisasi kredit. Sepanjang periode itu, fokus pemasaran di segmen mikro adalah 80 persen restrukturisasi dan 20 persen ekspansi.

“Memasuki bulan Juni, kondisinya mulai berbalik menjadi 66 persen ekspansi kredit dan restrukturisasi kredit hanya sebesar 34 persen,” katanya.

Kendati demikian, kondisi pandemi telah mengubah strategi dan target penyaluran kredit perseroan pada tahun ini. Dia menyatakan, kini perseroan memangkas target pertumbuhan kredit menjadi sekitar separuh dari target yang dicanangkan sebelumnya.

“BRI merevisi target pertumbuhan kredit pada tahun ini menjadi 5 persen karena dampak pandemi virus Corona. Sebelumnya, kami mematok pertumbuhan kredit sebesar 10-11 persen,” katanya.

Adapun, sektor-sektor debitur yang akan menjadi prioritas penyaluran kredit BRI ke depannya adalah debitur di sektor pangan, pertanian, alat kesehatan dan obat-obatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bri restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top