Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BRI Hapus Buku Kredit Rp5 Triliun, Apa Maksudnya?

BRI menyatakan telah melakukan hapus buku kredit senilai Rp5 triliun, ini penjelasan hapus buku atau write off di industri perbankan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  16:43 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga Mei 2020, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan telah melakukan write off atau hapus buku kredit senilai Rp5 triliun.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan meskipun dilakukan write off, perseroan akan tetap mengupayakan pengembalian kredit dengan melakukan penagihan.

Sejumlah upaya yang lain yang bisa dilakukan perseroan untuk menyelesaikan kredit bermasalah tersebut adalah dengan melakukan percepatan penjualan agunan melalui lelang maupun bekerja sama dengan agen properti.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan hapus buku atau write off di industri perbankan?

OJK-Pedia di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan hapus buku yang dilakukan bank adalah pinjaman macet yang tidak dapat ditagih lagi dihapusbukukan dari neraca (on-balance sheet) dan dicatat pada rekening administratif (off-balance sheet).

Penghapusbukuan pinjaman macet tersebut dibebankan pada akun penyisihan penghapusan aktiva produktif. Meskipun pinjaman macet tersebut telah dihapusbukukan, hal ini hanya bersifat administratif sehingga penagihan terhadap debitur tetap dilakukan.

Hasil tagihan pokok pinjaman dibukukan ke rekening penyisihan penghapusan aktiva produktif, sedangkan tagihan bunga dibukukan sebagai pendapatan lain bank (write off).

Adapun, Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sigit Prastowo menjelaskan proses hapus buku merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya perbaikan dan penyelamatan kualitas kredit dilakukan.

Hapus buku diambil setelah penilaian atas debitur yang dinilai sudah tidak memiliki prospek usaha.

"Proses hapus buku dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai dengan tata kelola yang benar. Setelah dilakukan hapus buku, BNI tetap akan mengupayakan pengembalian kredit tersebut melalui penerimaan recovery-nya," kata Sigit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan OJK kinerja bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top