Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Sempurnakan Aturan Soal Pasar Uang Antarbank Berprinsip Syariah, Ini Rinciannya

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2020), menyampaikan ketentuan baru tersebut berlaku mulai 22 Juli 2020.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  17:51 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan keterangan pers melalui streaming di Jakarta, Selasa (24/3 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan keterangan pers melalui streaming di Jakarta, Selasa (24/3 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tengah menyempurnakan peraturan Bank Indonesia terkait pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah (PBI PUAS) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/9/PBI/2020 tanggal 20 Juli 2020, yang mencabut PBI Nomor 17/4/PBI/2015.

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2020), menyampaikan ketentuan baru tersebut berlaku mulai 22 Juli 2020.

"Penyempuraan PBI PUAS yaitu berupa penambahan instrumen baru PUAS berupa sertifikat pengelolaan dana berdasarkan prinsip syariah antarbank (SiPA)," jelasnya,

Selain itu, Onny menjelaskan ketentuan ini juga menyederhanakan pengaturan PUAS yang semula diatur dalam satu PBI dan beberapa surat edaran BI (SE BI) diubah menjadi satu PBI dan satu Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG).

Penerbitan ketentuan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk mendukung pelaksanaan operasi moneter berdasarkan prinsip syariah dan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah.

"Hal itu sejalan dengan pengembangan pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dilakukan melalui strategi penguatan regulasi, pengembangan instrumen, penguatan infrastruktur dan kelembagaan, serta perluasan penerbit dan basis investor instrumen pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan industri perbankan syariah," katanya.

Secara umum, ketentuan dalam PBI PUAS tersebut mencakup tiga hal yang terdiri dari: 

Pertama, peserta PUAS terdiri atas Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Umum Konvensional (BUK).

Kedua, kegiatan di PUAS meliputi penerbitan Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (SIMA), Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiKA), dan Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA), serta transaksi repo syariah.

Ketiga, BUS dan UUS dapat melakukan penempatan dana dan/atau penerimaan dana pada SIMA, SiKA, dan SiPA serta melakukan transaksi repo syariah. BUK dapat melakukan penempatan dana pada SIMA, SiKA, dan SiPA serta dapat melakukan transaksi repo syariah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia syariah perbankan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top