Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uang Beredar Melambat per Juni 2020, Penyaluran Kredit Hanya Tumbuh 1 Persen

Penyaluran kredit pada Juni 2020 hanya tumbuh 1,0 persen yoy, melambat dari Mei 2020 yang tumbuh 2,4 persen. Perlambatan terjadi pada kredit produktif, yaitu kredit modal kerja serta kredit investasi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  11:27 WIB
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatatkan perlambatan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas pada Juni 2020, yang disebabkan oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit.

BI mencatat posisi M2 pada Juni 2020 tercatat sebesar Rp6.393,7 triliun atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun capaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2020 yang tercatat tumbuh 10,4 persen yoy.

"Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 pada Juni 2020 disebabkan oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit," tulis BI dalam laporan Analisis Uang Beredar, Kamis (30/7/2020).

BI menjelaskan, aktiva luar negeri bersih pada Juni 2020 tercatat tumbuh 12,1 persen yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2020 sebesar 18,2 persen yoy.

Hal ini disebabkan oleh perlambatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk sejalan dengan penurunan valuasi aset luar negeri berdenominasi valas karena penguatan nilai tukar.

Sementara itu, aktiva dalam negeri bersih tercatat melambat dari 7,9 persen yoy pada Mei 2020 menjadi 7,0 persen yoy pada Juni 2020, terjadi seiring dengan perlambatan penyaluran kredit.

BI mencatat, penyaluran kredit pada Juni 2020 hanya tumbuh 1,0 persen yoy, melambat dari Mei 2020 yang tumbuh 2,4 persen. Perlambatan terjadi pada kredit produktif, yaitu kredit modal kerja serta kredit investasi.

Di sisi lain, operasi keuangan pemerintah tercatat mengalami ekspansi, tercermin dari tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang tumbuh 43 persen yoy, meningkat signifikan dibandingkan Mei 2020 yang tumbuh 11,0 persen yoy.

Ekspansi tersebut disebabkan oleh peningkatan tagihan sistem moneter kepada pemerintah pusat (Pempus) berupa surat berharga, baik dalam rupiah maupun valas, yang diikuti dengan perlambatan kewajiban kepada Pempus utamanya berupa simpanan pemerintah pada sistem moneter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia penyaluran kredit
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top