Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restrukturisasi Kredit Bank Maybank Capai Rp15,4 Triliun

Bank Maybank terus proaktif untuk merestrukturisasi kredit para debitur sebagai salah satu upaya untuk menekan rasio kredit bermasalah di perseroan yang mengalami peningkatan selama semester I/2020.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  23:15 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk. mengklaim telah melakukan restrukturisasi pinjaman para debitur dengan nilai total pinjaman sebesar Rp15,4 triliun, atau mencakup lebih dari 22.000 debitur.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan perseroan memahami kondisi pasar yang kurang kondusif akibat dampak pandemi Covid-19. Emiten berkode sahan BNII itu pun teruss memantau aset di semua segmen bisnis sekaligus mengikutsertakan debitur untuk menilai dampak tersebut terhadap bisnis mereka.

Bank Maybank Indonesia, lanjut Taswin, proaktif menawarkan restrukturisasi dan rescheduling sesuai kebutuhan debitur berdasarkan pada penilaian yang dilakukan.

Perseroan telah melibatkan hampir semua debitur non-ritelnya untuk menilai apakah restrukturisasi dan penjadwalan ulang (restructuring & rescheduling/R&R) diperlukan untuk memastikan bahwa mereka tetap dapat menjalankan bisnis secara berkelanjutan dalam periode ini.

"Bank Maybank juga telah menyederhanakan proses dan memfasilitasi debitur ritel untuk mengajukan R&R online melalui email, melalui call center atau website resminya. Hingga saat ini, Bank telah menyetujui pinjaman untuk dilakukan R&R kepada lebih dari 22.000 debitur dengan total pinjaman Rp15,4 triliun," katanya dalam siaran pers Bank Maybank, Minggu (2/8/2020).

Sementara itu, Bank Maybank sempat mencatatkan penurunan kualitas kredit. Hal itu tampak dari tingkat non-performing loan (NPL) Bank Maybank yang naik menjadi 5,0% (gross) dan 2,9% (net) pada Juni 2020 dibandingkan dengan 3,1% (gross) dan 1,7% (net) pada Juni 2019.

Hal ini, kata Taswin, disebabkan oleh menurunnya saldo kredit pada Juni 2020 dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 71 atau IFRS 9 secara penuh efektif mulai Januari 2020, serta dampak situasi pandemi yang mempengaruhi beberapa nasabah.

Dia melanjutkan, situasi yang menantang ini juga mendorong perseroan menjadi lebih kreatif dalam melakukan komunikasi dengan para nasabah melalui teknologi. Perseroan pun mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap portofolio Bank atas pandemi global yang terjadi.

“Kami senantiasa menjaga kualitas aset Bank melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan pendekatan manajemen risiko yang ketat,” imbuhnya.

Bank Maybank, lanjutnya, terus menempuh langkah proaktif untuk membantu nasabah menghadapi tantangan dan fokus pada restrukturisasi kredit untuk menjaga kualitas aset.

Di luar itu, perseroan telah mengambil peran aktif untuk mendukung pemerintah dalam memerangi wabah virus COVID-19 dengan memberikan donasi Alat Pelindung Diri (APD) ke rumah sakit di seluruh Indonesia dan melakukan program penggalangan donasi massal (crowd sourcing) melalui aplikasi mobile banking M2U untuk membantu mereka yang terkena dampak wabah virus.

Bank baru-baru ini juga memperkenalkan Rekening Tabungan yang dilengkapi perlindungan asuransi jiwa Covid-19, sejalan dengan komitmen Bank untuk memprioritaskan keselamatan dan kesehatan nasabah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit maybank restrukturisasi utang
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top