Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tidak Jadi Ke Meja Hijau, Jouska Pilih Jalur Damai

Jouska dikabarkan akan mengganti kerugian investasi para klien.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  17:40 WIB
Ilustrasi Aplikasi Jouska. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi Aplikasi Jouska. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jouska Finansial Indonesia memilih jalur damai dengan para klien dengan cara mengganti kerugian investasi.

Berdasarkan cuitan salah satu akun anonim twitter, @DetektifFiktif diketahui bahwa perusahaan penasehat keuangan Jouska akan mengganti kerugian investasi para klien. Namun, hanya klien yang sempat mengirimkan aduan ke https://formkeluhanjouska.paperform.co sampai dengan 31 Juli lalu.

Selain akun tersebut, beberapa sumber Bisnis juga mengamini perihal ganti rugi tersebut. Akan tetapi, mereka tidak bisa memberikan detil lebih lanjut karena terikat oleh perjanjian kerahasian antara kedua pihak.

Padahal sebelumnya, CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno sempat menegaskan bakal menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan antara perusahaan dengan klien.

Aakar menuturkan dirinya percaya dengan prosedur hukum di Tanah Air sehingga dia dan Jouska memutuskan untuk mengambil langkah hukum.

Dalam video berdurasi 3 menit 27 detik itu, Aakar mengatakan permintaan maaf kepada klien dan seluruh stakeholders, regulator, dan rekan-rekan di industri keuangan karena telah menimbulkan keresahaan dan kegaduhan.

"Saya mencoba untuk tidak defensif dengan pemberitaan yang ada, tetapi melalui video ini saya ingin mengajak dan mencari jalan tengah, memberikan solusi terbaik untuk semua pihak," ungkap Aakar dalam videonya.

Menurutnya, masalah bisnis seharusnya dapat diselesaikan secara bisnis. "So let's settle," tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi (APRDI), Prihatmo Hari menghimbau kepada masyarakat umum bahwa menghimpun dan mengelola dana masyarakat itu ada rambu aturan yang harus ditaati. Dengan begutu, sanksi hukum bagi pelanggaran hukum juga ada.

Menurutnya masyarakat harus lebih hati-hati mempercayakan pengelolaan uang. “Aspek pertama yang harus dilihat adalah legalitas. Jangan mudah terpukau dengan iming-iming hasil investasi semata. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja mendatang. High risk high return,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jouska finansial investasi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top