Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran Kredit Sindikasi BNI Turun 62,3 Persen

Perseroan telah melakukan closing proyek sindikasi senilai US$733,36 juta yang berasal dari sektor infrastruktur, pertambangan, dan industri.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  17:01 WIB
Pegawai sedang membantu nasabah untuk melakukan aktivasi BNI Mobile Banking di Kantor Cabang BNI New York.  - Dokumen BNI
Pegawai sedang membantu nasabah untuk melakukan aktivasi BNI Mobile Banking di Kantor Cabang BNI New York. - Dokumen BNI

Bisnis.com, JAKARTA – Penyaluran kredit sindikasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menurun 62,3 persen pada Juli 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Direktur Bisnis Korporasi BNI Benny Yoslim mengayakan hingga Juli 2020, perseroan telah melakukan closing proyek sindikasi senilai US$733,36 juta yang berasal dari sektor infrastruktur, pertambangan, dan industri.

Realisasi tersebut jauh lebih rendah dari yang mampu dicapai perseroan pada Juli 2019 yang sebesar US$1.942,15 juta.

Menurutnya, penurunan penyaluran kredit sindikasi ini karena adanya pandemi Covid-19. Hanya saja, meskipun dari sisi nominal menurun, pangsa pasar penyaluran kredit sindikasi BNI hingga Juli 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yakni sebesar 12,79 persen.

"Di tengah pandemi Covid-19 ini peluang sindikasi masih tetap ada namun mungkin tidak sebanyak seperti di tahun sebelumnya. BUMN dan terutama swasta masih wait and see sekaligus membenahi sisi keuangan," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurutnya, target kredit sindikasi BNI berfluktuasi sesuai kondisi market. Strategi BNI untuk menggenjot kredit sindikasi adalah dengan percepatan internal process dan koordinasi relationship dengan banking partners.

"Kredit sindikasi memberikan keuntungan selain fee based income tentu dalam bentuk NIM, yakni memperkokoh reputasi agar stakeholder makin percaya untuk menjalankan transaksinya dengan BNI," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni kredit sindikasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top